Puncak musim hujan sudah tiba. Perumahan dan jalan di Jakarta kembali menghadapi ancaman banjir.Salah satu penyebab banjir adalah kebiasaan membuang sampah sembarangan dan tak peduli akibatnya. Padahal, setiap tahun media massa selalu memberitakan bahwa waduk dan kali dipenuhi sampah.
Di saluran air (got) sekitar perumahan dan jalan lingkungan pun demikian sehingga air tidak dapat mengalir. Says pernah melihat penyapu jalan membuang sampah yang terkumpul dan dengan tenangnya memasukkan ke dalam lubang drainase. Kali yang telah dikeruk dan diperlebar, misalnya kali di sekitar jembatan dekat Roxy, Jakarta Pusat, dipenuhi sampah penduduk yang bermukim di sepanjang jalan inspeksi pada kiri-kanan kali.
Drainase jalan harus dibersihkan karena banyak yang tersumbat dan ada yang lebih tinggi dari jalan, bahkan ada jalan yang tak ada lubang drainasenya. Ini disebabkan pemborong yang bekerja asal-asalan. Di samping penyediaan anggaran pemerintah untuk menormalisasikan sungai, membersihkan waduk, dan drainase, sebaiknya juga ada anggaran sosialisasi dan pendidikan mengenai kebiasaan membuang sampan kepada penduduk dan pedagang kaki lima agar sampahtidak dibuang di kali atau got.
Perlu juga, disediakan tempat sampah di sekitar lokasi pedagang kaki lima dan di daerah perumahan dengan dibantu oleh setiap RT/RW dengan berulang kali memberikan penerangan, mengatur pembuangan sampah dengan tertib, dan bahkan diusahakan setiap kelurahan atau keca -matan ada tempat pemrosesan sampah . Apabila hal ini dapat dilakukan, perlu pula diberikan sanksi tegas apabila ada yang sembarangan membuang sampah.
JAHJA RAHMANTO
Jakarta
| < Prev | Next > |
|---|














