Home SURAT PEMBACA Opini Syaefuddin Zuhri Bukan Murid Syaikh Muqbil

Syaefuddin Zuhri Bukan Murid Syaikh Muqbil

PDF
Media massa melansir surat teroris Syaifudin Zuhri, yang di antara isinya : Teman-teman Indonesia tidak ada yang memahami pergerakan udin ini karena sudah antipati dan menuduh udin ikut gerakan salafi mukbil.”

Disebut-sebut juga di media bahwa Syaifudin yang sekarang jadi buron ini belajar aliran Salafi Muqbili di Yaman pada 1991.

Pemberitaan ini menimbulkan kesan – dan itu sudah terlanjur menjadi opini yang dipahami banyak kalangan – bahwa Syaifuddin mendapatkan ajaran paham terorisme dari Syaikh Muqbil. Bahkan sampai ada juga yang menyebarkan isu bahwa Syaifuddin diajari melakukan bombardir oleh Syaikh Muqbil.

Sungguh ini perlu diluruskan. Pondok Pesantren Darul Hadits di desa Dammaj - Yaman yang diasuh oleh Syaikh Muqbil adalah pondok pesantren Ahlus Sunnah, yang diajarkan di sana ilmu-ilmu agama berdasarkan Al- Qur`an dan As-Sunnah di atas manhaj Salaf. Sangat jauh dari paham terorisme – khawarij, apalagi sampai mengajarkan cara mengebom atau menteror. (lihat kembali Mengenal Lebih Dekat Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadi\'i)

Alhamdulillah, di Indonesia banyak para ustadz yang juga alumnus Ponpes Darul Hadits – Dammaj. Mereka selama ini dikenal anti dan memerangi terorisme. Tentang kebenaran Syaifuddin Zuhri pernah belajar kepada Syaikh Muqbil bisa diverifikasi kepada para ustadz tersebut.

Diantara yang berhasil kami hubungi adalah Ustadz Luqman Ba’abduh, yang lama berada nyantri kepada Syaikh Muqbil sejak tahun 1994. Saat ini beliau sebagai pengasuh Pondok Pesantren As-Salafy Jember.

Ketika isu seputar nama Syaikh Muqbil yang dikait-kaitkan dengan terorisme di Indonesia kami sampaikan kepada beliau, maka pertama yang beliau sampaikan adalah nasehat kepada kita semua – terutama para wartawan – untuk berhati-hati menyebarkan berita. Jangan sampai menyebarkan berita dusta atas nama seseorang.

“Apalagi Syaikh Muqbil adalah seorang ‘ulama besar. Kebohongan atas nama ‘ulama bisa berakibat mencemarkan nama baik Dakwah yang bersumber dari Al-Qur`an dan As-Sunnah. Allah Subhanahu wa Ta\'ala berfirman : “Orang-orang yang menyakiti kaum mukminin dan mukminat tanpa sebab kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya orang-orang tersebut telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (Al-Ahzab : 58)

Allah juga berfirman :
“(ingatlah) ketika kalian menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kalian katakan dengan mulut kalian apa yang tidak kalian ketahui sedikit pun, dan kalian menganggap perbuatan itu sebagai suatu yang ringan saja. Padahal perbuatan itu di sisi Allah adalah perkara (dosa yang)besar.” (An-Nur : 15).

Allah juga berfirman : “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (Al-Isra’ : 36

Maka hendaknya kaum muslimin jangan asal berbicara, asal mengutip, dan asal menyampaikan berita. Karena di samping hal itu akan menyeret dia kepada sikap menzhalimi hamba Allah, juga akan dimintai pertanggungjawaban di sisi Allah pada hari Kiamat kelak. Tidak semua berita yang disampaikan oleh media massa dapat diterima dan ditelan mentah-mentah. Karena tak sedikit berbagai berita itu yang disampaikan tanpa ada upaya klarifikasi yang tepat, bahkan tidak jarang pula berbagai berita tersebut dilatarbelakangi kepentingan-kepentingan tertentu. Allah Subhanahu wa Ta\'ala berfirman : “Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kalian tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya, yang menyebabkan kalian menyesal atas perbuatanmu itu.” (Al-Hujurat : 6)

Saya juga mengingatkan kepada seluruh kaum muslimin, agar berhati-hati dari para ruwaibidhah, yaitu orang-orang yang berani lancang berbicara tentang perkara besar terkait dengan umat, padahal dia bukanlah orang yang pantas untuk berbicara.” demikan ustadz Luqman menasehatkan.

Kemudian tentang simpang siur berita bahwa Syaifuddin termasuk murid Syaikh Muqbil Al-Wadi’i, Ustadz Luqman menjelaskan, “Ketika awal-awal saya datang ke Pondok Syaikh Muqbil, teman-teman di sana yang berasal dari Yaman memberitakan kepada saya bahwa dulu pernah ada orang Indonesia yang datang ke sini. Namun hanya sebentar, tidak lama kemudian dia pun pergi.”

Beliau menambahkan, “Jika benar itu yang dimaksud adalah Syaifuddin, maka keberadaan dia yang sebentar ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi :
Pertama, metode Syaikh Muqbil dalam memahami dan mengajarkan Islam pada berbagai pelajarannya tidak sesuai dengan metode berpikir Syaifuddin yang berpaham teroris – khawarij. Sehingga dia tidak betah berlama-lama dan segera hengkang dari Pondok Pesantren tersebut.
 
Kedua, masa tinggal Syaifuddin yang sangat singkat itu sekaligus menegaskan kepada kita, bahwa dia belum mendapatkan bimbingan yang matang dari Syaikh Muqbil. Sehingga paham khawarij yang bercokol di kepala Syaifuddin belum sempat berubah ketika ia pergi meninggalkan Pondok Pesantren yang diasuh oleh Syaikh Muqbil.”

Jadi paham terorisme yang ada di kepala Syaifuddin Zuhri sama sekali tidak ada kaitannya dengan Syaikh Muqbil maupun Pondok Pesantren Darul Hadits – Dammaj yang beliau asuh.
 
Apakah Benar Syaikh Muqbil pro terorisme ?
 
Menjawab pertanyaan di atas, alangkah baiknya kita mendapat verifikasi langsung dari para alumnus yang pernah belajar di Pesantren Syaikh Muqbil. Untuk itu di sini kami ketengahkan jawaban dari Ustadz Luqman.

Alumnus Pesantren Darul Hadits Dammaj yang belajar di sana sejak 1994 itu mengatakan, “Justru Syaikh Muqbil itu sangat dibenci oleh para teroris – khawarij. Karena memang beliau termasuk di antara ‘ulama yang gencar membantah paham terorisme – khawarij serta membongkar berbagai kerancuan dan dalih-dalih mereka,hal ini dapat diketahui dari berbagai pelajaran yang beliau sampaikan, serta berbagai ceramah dan karya tulis beliau. Hal ini mengakibatkan kebencian kaum teroris – khawarij kepada Syaikh Muqbil, sehingga telah dilakukan berkali-kali upaya pembunuhan terhadap beliau. Di antara yang saya ingat adalah kejadian pada akhir 90-an, upaya peledakan di kota ‘Adn, yang sengaja dilakukan oleh kaum teroris – khawarij di Yaman untuk membunuh beliau ketika berceramah di masjid jami’ kota tersebut. Namun dengan taqdir dan pertolongan Allah, beliau terselamatkan, sedangkan bom meledak dengan dahsyat sehingga membuat tubuh si teroris hancur berkeping-keping.”

Dakwah yang ditegakkan oleh Syaikh Muqbil adalah Dakwah Salafiyyah, yaitu dakwah yang ditegakkan di atas Al-Qur`an dan As-Sunnah dengan meniti jejak para salafush shalih (para shahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in). Demikian juga di pesantren beliau yang diajarkan adalah ilmu tafsir, hadits, fiqh, dan berbagai cabang ilmu agama lainnya dengan berdasarkan metode manhaj salafiyyah. Sama sekali tidak diajarkan terorisme. Bahkan justru beliau banyak membantah berbagai paham sesat yang ada, baik terorisme – khawarij, Syi’ah Rafidhah, Shufiyyah, Liberalisme, dan lainnya.

Demikian juga para murid syaikh Muqbil yang kini menjadi para ‘ulama besar di Yaman. Antara lain : di kota Al-Hudaidah ada ma’hadnya Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhab Al-Wushabi, di Ma’bar ada ma’hadnya Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam, di Mafraqhubaisy ada ma’hadnya Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Al-Bura’i, di Shan’a ada Asy-Syaikh Muhammad Ash-Shaumali, di Hadhramaut ada ma’hadnya Asy-Syaikh ‘Abdullah Mar’i, di ‘Aden ada ma’hadnya Asy-Syaikh ‘Abdurrahman Mar’i, demikian juga di desa Dzamar ada ma’hadnya Asy-Syaikh ‘Abdullah Adz-Dzamiri, dan lainnya, semuanya adalah para murid besar Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullah. Untuk melihat kiprah mereka silakan kunjungi www.olamayemen.com .

Mereka semua mengajarkan manhaj salaf, ilmu yang benar, ketaatan kepada pemerintah muslim, mengajarkan kedamaian, kelembutan, kasih sayang. Di samping membantah berbagai aliran dan paham sesat, baik khawarij teroris, syi’ah rafidhah, liberalisme, shufi, dan sebagainya.

Demikian juga di Indonesia banyak para alumnus yang kini mereka sebagai para ustadz pengasuh pondok pesantren ahlus sunnah, antara lain : Ust. Muhammad Sarbini pengasuh PP. Minhajus Sunnah Muntilan - Magelang, Ust. Askari pengasuh PP. Ibnul Qayyim di Balikpapan, Ust. Abdush Shamad Pengasuh Ahlus Sunnah di Pemalang, Ust. Syafruddin Abu Ubaidah pengasuh PP. Darul Atsar Al-Islamy di Sorong, Ust. Abdul Jabbar dan Ust. ‘Abdul Haq pengasuh PP. Darus Sunnah Al-Khairiyyah di Bantul, Ust. ‘Abdurrahman Lombok pengasuh PP. Imam Syafi’i Sumbawa Besar, Ust. ‘Abdul Mu’thi pengasuh PP. Al-Anshor di Yogyakarta, Ust. Muslim pengasuh PP. Al-Furqan Kroya – Cilacap, Ust. Azhari pengasuh PP. Darul Mufassirin di Pangkep – Makassar, Ust. Fauzan pengasuh PP. Darus Salaf di Sragen, Ust. Idral Harits pengasuh PP. Darus Salaf di Solo, Ust. Ja’far Shalih pengasuh PP. Madrasah Salafiyah di Depok, Ust. Abu Hamzah Yusuf pengasuh PP. Adhwaus Salaf di Bandung, Ust. Adnan pengasuh PP. Ahlus Sunnah di Manado, Ust. Mahmud Pondok Pesantren Ahlus Sunnah di Purwakarta, dan masih banyak lagi lainnya yang belum disebutkan di sini.

Kiprah para ustadz tersebut sangat jelas. Mereka tampil mengibarkan Dakwah Salafiyyah di Indonesia, dan sangat nampak kebenciannya terhadap paham teroris khawarij, dan berbagai paham sesat lainnya. Bisa dilihat pada ceramah-ceramah mereka, karya tulis mereka, taklim-taklim mereka di pondok pesantren masing-masing, ataupun situs-situs internet mereka.

“Sehingga kalau pun benar pengakuan Syaifuddin bahwa dirinya pernah belajar ke Syaikh Muqbil, maka dia sendirilah yang nyleneh, menyelisihi murid-murid Syaikh Muqbil. Dia bukanlah murid sejati yang bisa mengambil manfaat dari ilmu yang diajarkan oleh Syaikh Muqbil. Justru dia tetap berada di atas kesesatan, walaupun telah sampai di tempat ilmu yang benar. Dengan demikian Syaifuddin telah merusak nama baik Syaikh Muqbil rahimahullah dan Pondok Pesantrennya.”, tandas Ustadz Luqman.

Ustadz Luqman juga menambahkan, \"Tentunya kita masih ingat kisah Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri dengan muridnya yang bernama Washil bin \'Atho pada masa tabi\'in. Al-Hasan Al-Bashri adalah seorang tokoh besar ahlus sunnah, di majelisnya beliau senantiasa mengajarkan metode pemahaman ahlus sunnah. Murid-muridnya pun menerima dan berpegang kepada metode pemahaman ahlus sunnah sebagaimana diajarkan oleh gurunya. Namun si Washil bin Atho\' adalah seorang murid yang telah bercokol di kepalanya paham sesat Mu\'tazilah. Ia tidak bisa menerima pelajaran-pelajaran yang disampaikan oleh gurunya. Maka ia pun pergi meninggalkan majelis sang gurunya. Sehingga dengan itu segala penyimpangan paham Washil bin Atho\' tidak boleh dikaitkan dengan imam besar Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah.\" 
 
Link Iklan:
WISATA HATI
Mari ikutan berdakwah lewat web ini. Salurkan rizki Anda di DDW (Donasi Dakwah lewat Web)
BAKUL ONLINE
Pusat Belanja Online terpercaya dan dikelola secara profesional, harga dan kualitas terjamin. Distributor welcome.
IKAMISA.ORG
Bila anda adalah Alumni SMA Negeri 1 Malang, ada baiknya anda mendaftarkan diri di situs resmi Ikatan Alumni Mitreka Satata, Ayo Rek, "Bersatu Kita Kuat"
MER-C
Kunjungi Website kami, salurkan sumbangan anda di tempat yang tepat
AYO MAKMURKAN MASJID
Jangan biarkan Masjid masjid menangis, ayo kita ramaikan masjid, sekaligus untuk menolak bencana, ikuti komunitasnya di Facebook "Ayo makmurkan Masjid".

We have 78 guests online

Beselstudio.com

JA slide show
Links :
GPSOKE.COM
Sedia CD Installasi Aplikasi GPS untuk HP yang Support GPS seperti Nokia E71, Samsung C6625, dll Hanya Rp 75.000,- saja sudah termasuk ongkos kirim untuk daerah Jawa Bali. keterangan lebih lanjut hubungi : info@gpsoke.com. catatan Aplikasi ini tidak membutuhkan pulsa dalam penggunaannya.
PRIMA ARCHITECTURE
Kami membantu mewujudkan keinginan Anda akan rumah yang ideal. Mulai dari tahap disain arsitektur sampai pelaksanaan fisk bangunan.