Akses tol yang melintas di lingkar luar Cengkareng-Bandara minimal dapat mempercepat waktu tempuh jika ingin ke bandara atau wilayah lain di wilayah utara/pusat. Namun, pihak kontraktor kurang memperhitungkan dampak pembangunan proyek tersebut.
Khususnya untuk area sekitar Puri Kembangan, tepatnya di seputar Carrefour Puri Indah Jakarta Barat, setiap saat mengalami kemacetan parah meski sudah hampir rampung. Penyebabnya antara lain tidak dipikirkan sistem yang baik, khususnya di area jalan-jalan arteri pendukung akses tol tersebut. Kondisi ini diperparah karena arus kendaraan yang keluar dari Tol Kembangan, akses masuk dan keluar Jalan Karang Mulia, Ciledug, menerobos melawan arus masuk kearah yang berlawanah untuk bisa lewat ke arah Puri Indah/Carrefour.
Hal itu terjadi karena akses u-turn yang ditutup oleh pihak kontraktor dan meski ada gantinya, tetapi ditempatkan di Rawa Buaya, Kosambi, sehingga untuk memutar perlu jarak yang cukuP jauh. Adanya akses pintu masuk Tol JORR di depan di Puri Mansion yang menyempit hanya menjadi sekitar satu jalur, tidak cukup untuk dua kendaraan melintas bersamaan. Dampaknya, pasti kendaraan akan jalan perlahan untuk menghindari tabrakan.
Akses-akses seperti arteri depan Puri Indah Mal/Carrefour, keluar dari Tol Kembangan, arus arah Cengkareng-Kembangan, arus masuk dan keluar Jalan Karang Mulia apakah sudah terpikirkan oleh pihak pengelola, kontraktor, dan pemerintah daerah setempat? Disayangkan jika Tol JORR Cengkareng yang dibangun dengan dana besar tidak memberikan dampak yang positif buat masyarakat.
Jusak Ekasetyawan, Petamburan Jakarta, (Kompas Surat Pembaca, Sabtu 23 Januari 2010)
| Next > |
|---|














