Pada 23 Oktober 2009 sekitar pukul 19.00 WIB saya tiba di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, untuk naik bus ke Yogyakarta. Setelah membeli tiket bus PO Teguh Jaya jurusan Solo-Karanganyar-Jakarta, saya diberikan kursi (nomor 22), Saat itu di dalam bus ada sekitar 10 penumpang dan kursinya dipencar dari depan sampai belakang.
Beberapa saat setelah para penumpang naik ke bus, masuk lima orang, di antara mereka satu bernyanyi sambil bertepuk tangan, satu orang bejualan majalah, dan tiga orang bertugas meminta uang dari para penumpang bus. Apabila diberi uang Rp 1.000, bahkan sampai Rp 5.000, mereka tidak mau menerima.
Yang berdagang majalah tak kalah seram, sambil memaksa penumpang untuk membuka dan membaca majalah yang disodorin. Setelah majalah dibuka, penumpang dipaksa harus membeli dengan harga Rp 90.000 sampai Rp 160.000. Jika penumpang mengatakan tidak punya uang, tanpa segan para preman yang sepertinya satu grup ini memukul dan menendang.
Bahkan seorang penumpang di sebelah saya bercerita, sewaktu membeli tiket bus di loket, ia ditodong dengan pisau oleh kawanan preman tersebut dan dimintai uang. Mohon kepada pihak yang bertanggung jawab agar segera menertibkan dengan menindak tegas preman yang meresahkan para pengguna bus.
(Paulus Supriyanto,Tangerang,Kompas Surat pembaca)
| < Prev | Next > |
|---|





