Pada 23 Oktober 2009 sekitar pukul 19.00 WIB saya tiba di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, untuk naik bus ke Yogyakarta. Setelah membeli tiket bus PO Teguh Jaya jurusan Solo-Karanganyar-Jakarta, saya diberikan kursi (nomor 22), Saat itu di dalam bus ada sekitar 10 penumpang dan kursinya dipencar dari depan sampai belakang.
Beberapa saat setelah para penumpang naik ke bus, masuk lima orang, di antara mereka satu bernyanyi sambil bertepuk tangan, satu orang bejualan majalah, dan tiga orang bertugas meminta uang dari para penumpang bus. Apabila diberi uang Rp 1.000, bahkan sampai Rp 5.000, mereka tidak mau menerima.