Program 100 hari pemerintahan Susilo Bambang Yodhoyono-Boediono untuk meningkatkan kinerja para aparatur negara. Namun, program ini jangan asal jadi. Presiden Yudhoyono jangan menerima laporan asal bapak senang.
Sebagai contoh tentang laporan asal bapak senang (ABS) adalah penahanan Dekan FK Unsri Zarkasih Anwar dan Ketua Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) FK Unsri Hatta Ansyori yang dituduh menyalahgunakan dana sumbangan peserta didik program study spesialis.
Padahal, untuk biaya PPDS tidak dibantu oleh Kementerian Pendidikan Nasional, tetapi hanya direstui, dan penyelenggaraan diserahkan kepada Dekan dan Ketua PPDS untuk mencari dana dari bantuan peserta didik. Keduanya dijadikan tersangka, belum diadili, tetapi telah dipenjarakan di Rutan Kelas I A Palembang, yang tidak manusiawi karena disatukan dengan pembunuh.
Sebagai dokter alumni FK Unsri, saya beserta ratusan dokter peserta didik semua disiplin ilmu dan sejumlah guru besar melakukan aksi solidaritas (14/1) dengan meminta izin kepada kepolisian setempat. Namun, Kajati Sumsel tak berada di tempat dengan alasan yang tidak jelas.
Para peserta aksi solidaritas hanya diterima oleh pegawai Kejati, Sumsel yang memakai seragam tanpa identitas. Penahanan Dekan dan Ketua PPDS terkesan dipaksakan, dan hanya untuk mencari popularitas. Mohon kepada yang berwenang di tingkat pusat untuk mengutus aparat dari Jakarta untuk melihat keadaan yang sebenarnya.
(ZULKARNAIN MUSA,Palembang)
| < Prev | Next > |
|---|





