Pada akhir Des 2009, di Terminal I A keberangkatan Bandara Soekarno-Hatta,saya memperhatikan para penjual kupon Asuransi Kecelakaan Tambahan yang dilakukan dua perusahaan asuransi. Letak gerai di terminal keberangkatan dalam negeri lantai atas, setelah penumpang check in melewati pemeriksaan terakhir, dan sebelum masuk anjungan.
Perusahaan asuransi im membuat gerai yang berhadap dengan penumpang yang harus melewatinya. Setiap penumpang yang lewat akan dipanggil dengan suara keras, dibarengi melambaikan tangan, misalnya "Lion Pak, Lion Bu". Karena terminal untuk Lion, petugas itu setengah berteriak "tiketnya pak, tiketnya Bu", tanpa mengatakan, itu meja penjualan asuransi.
Penumpang yang berhenti, tiket akan dimimta, lalu ditulis kupon asuransi dan dimintakan Rp 20.000 per kupon. penumpang tidak sadar, ia sedang dipaksa membeli asuransi. Jika penumpang bertanya, baru dijawab, ini asuransi. Tanpa penjelasan bahwa itu adalah asuransi tambahan sukarela. Tulisan asuransi tambahan sukarela tercantum di spanduk gerai di bagian paling bawah, hurufnya kecil, dan tidak mungkin dibaca penumpang.
Penjaja asuransi ini hanya memanggil para penumpang kelihatan lugu, tidak berpengalaman, orangtua, dan berpenampilan sederhana. Sangat mungkin ini terjadi di semua terminal keberangkatan yang lain. Praktik semacam ini jelas adalah penipuan. Penjaja asuransi terlihat amat terlatih. Hal ini harus menjadi perhatian pengelola Bandara karena mereka ada di atas izin pengelola.
OMRI SAMOSIR,Depok (Kompas Surat Pembaca, Kamis 21 Januari 2010)
| < Prev | Next > |
|---|





