
DIMANAKAH ALLAH ? Suatu ketika, saya belum berumur sepuluh tahun ayah saya bertanya kepada saya : "dimanakah Allah? "
Saya menjawab : "Allah berada di surga". Karena bagi saya surga adalah istana indah, yang Allah pantas berada di dalamnya.
Tetapi, sambil tersenyum ayah saya bertanya lagi : "Kalau Ada di dalam surga, besar manakah Allah dengan surga?"
Kontan saya jawab : "ya besar surga..!"
Tetapi, sambil masih tersenyum ayah saya bertanya :" Lho, katanya Allah Maha Besar, kok besar surga?"
Saya merasa, ayah tidak setuju dengan jawaban saya, tetapi beliau tidak menyalahkannya. Cuma menggiring saja.
Saya pun dengan cepat meralat jawaban saya: "kalau begitu Allah di langit." Bayangan saya, langit demikian besarnya, Dan saya sering melihat orang berdoa mendongak ke langit.
Lagi-lagi ayah saya tersenyum; sambil bertanya: "Kalau Allah di langit, berarti di Bumi tidak ada?, Jauh ya Allah itu? Katanya, Dia Maha Dekat?"
Dengan sigap, saya mengubah lagi jawaban saya : "Kalau begitu Allah dekat dengan kita, bersama kita...!"
Tawa ayah saya semakin lebar, tapi sambil terus bertanya : "Bersama aku? Bersama kamu? Kalau gitu Allah itu banyak? Saya pun menyerah, angkat tangan."
Ayah saya mengambil segelas air teh yang ada di meja makan. Lantas mengatakan, bahwa Allah dan makhluk-Nya sudah melebur seperti air yang jernih dengan warna teh yang kecoklat-coklatan. Tak bisa lagi dibedakan...
Saya manggut-manggut, tapi tidak mengerti..!!
Baru puluhan tahun kemudian saya mengerti jawaban itu. Dan kemudian saya tuliskan dalam buku ini.
Itu adal cuplikan kata pengantar dari Buku karangan Agus Mustofa yang berjudul Bersatu dengan ALLAH, buku terbitan PADMA press ini merupakan serial ke 6 dari Diskusi Tasawuf Modern yang dibawakan oleh Agus Mustofa seorang Ikon dari Tasawuf Modern di Indonesia. Anda bisa mendapatkannya di Toko Buku Gunung Agung, kalau di Gramedia selalu dikatakan stock habis, tetapi tidak pernah di update.
| Next > |
|---|





