Beberapa waktu terakhir ini kita Rakyat Indonesia sangat terganggu oleh kasus Bank Century, bagaimana tidak, jalan – jalan menjadi macet oleh Demo – demo, dengan intensitas yang besar, lalu para pegawaipun konsentrasinya sedikit banyak terganggu oleh kasus ini, karena kasus ini bagaikan suatu Teka – teki yang tak terpecahkan, sehingga masyarakat harap – harap cemas menunggu hasil akhir dari kasus ini.
Lalu mengapa kasus ini bisa terus naik kepuncak tanpa dapat terbendung ?, menurut analisa kami kasus ini menjadi besar dan besar adalah karena kelambanan penanganannya.
Seandainya saja mulai saat – saat awal Demo dari Nasabah – nasabah kecil dari Bank Century sudah ditangani dengan baik, mungkin kasus ini tidak akan naik ke permukaan. Namun seperti biasanya pemerintah kurang peka untuk mendengar aspirasi dari masyarakat, sehingga intensitas menjadi membesar dan mempunyai potensi menjadi suatu gerakan yang Detruktif.
Disamping itu kelambanan dalam penanganan kasus Bibit dan Chandra juga ikut andil dalam memperbesar masalah kasus Century ini, belum lagi kasus – kasus hukum yang lain yang membuat masyarakat Geram, sebagai contoh misalnya kasus Prita Mulyasari, yang sesungguhnya mayoritas masyarakat awam benar – benar tidak mengerti, dan sesungguhnya mempunyai persepsi “bagaimana orang yang mendapat pelayanan buruk dari sebuah Rumah Sakit, lalu mengadukannya pada teman – temannya malah dituntut dengan sangat berat ?”, padahal seandainya ia mengadu pada seluruh Rakyat Indonesiapun, kan pihak Rumah Sakit bisa menggunakan hak jawab melalui Press Rilis untuk menyatakan kondisi yang sebenarnya terjadi, misalnya.
Untuk itu sebaiknya Pihak Pemerintah yang “Sedang mendapat sorotan” sebaiknya bisa pro aktif dengan cepat, kalau bisa mendahului tahapan – tahapan yang akan dilakukan oleh Pansus Angket Century dalam upaya penyelesaian kasus ini. Disamping itu, tolonglah, kasus – kasus yang sebenarnya “kurang penting” namun menyita perhatian masyarakat bisa segera diselesaikan dengan penyelesaian yang penuh keadilan dan kebijaksanaan, jangan sampai menunggu kemarahan masyarakat luas yang biaya sosialnya sangat tinggi dan merugikan kita semua. (misalnya kasus, Prita, kasus Ujian Nasional, dll)
Menurut kami, dalam kasus kasus yang luar biasa, terkadang dibutuhkan penanganan yang luar biasa, dibutuhkan ketegasan yang luar biasa dan juga kecepatan yang luar biasa pula, karena masyarakat yang tidak puas dengan keadaan dirinya masing – masing, sesungguhnya mempunyai peluang untuk menyalurkan ketidak puasannya tersebut dalam kasus – kasus yang aktual saat ini.
DIBUTUHKAN KEMAMPUAN MENAHAN DIRI
Disisi lain sesunggunya para Tokoh – tokoh masyarakat sesungguhnya juga harus bisa menahan diri, jangan malah memanaskan suasana yang sudah panas ini. Rencana Demo besar – besaran pada tanggal 9 Desember sesungguhnya juga merupakan aksi yang memanaskan suasana, bagaimana tidak . . . ? kan sebaiknya kita semua dapat menahan diri melihat upaya yang dilakukan oleh Pansus DPR ?. Jadi agak menahan dirilah demi keutuhan Bangsa juga. Media juga perlu untuk menahan diri untuk memberikan berita yang bijaksana, jangan membuat berita yang “menyenangkan”
Bagaimanapun juga pengerahan masa yang sangat besar saat ini mempunyai resiko yang cukup besar juga akan dapat menimbulkan anarki, dan para tokoh sesungguhnya tidak bisa memberikan jaminan, walupun mereka berkata menjamin . . . menjamin . . ., kenapa ? karena saat ini sesungguhnya belum ada seorang Tokoh Sentral yang bisa dihormati dan dituruti oleh masyarakat, ataupun peserta Demo nantinya, sehingga bisa saja, sekali lagi “bisa saja” tidak bisa mengendalikan masa yang dibawanya.
Lalu bagaimana kita mendukung Aksi anti Korupsi ?, kan masih banyak cara yang lebih edukatif dan santun, misalnya acara diadakan di Gelora Bung Karno, berisi orasi – orasi dalam rangkaian acara yang tertib. Jadi enggak memacetkan jalanan.
PEMERINTAH HARUS INTROSPEKSI DIRI
Seluruh jajaran Pemerintah dari Pejabat terkecil sampai dengan Presiden sebaiknya harus Intrspeksi diri dan mau mendengar dan bertindak cepat dalam menyelesaikan berbagai masalah yang sesungguhnya akan datang secara bergelombang, bila penyelesaiannya tidak bijaksana dan cepat. Diharapkan Bapak Presiden SBY bisa melakukan banyak terobosan, tidak bisa lagi menggunakan cara – cara yang biasa, kalau masih menginginkan kepercayaan Rakyat.
ELIT POLITIK HATI2 DALAM BERSTATEMENT
Para Elit Politik termasuk Presiden diharapkan berhati – hati dalam berstatement dalam kaitannya untuk tidak memancing emosi baru.
SEMUA HARUS BERSATU
Akhir kata semua kita harus bersatu dalam kaitannya untuk mempertahankan Negara yang kita cintai ini, berpikirlah cerdas dan Bijaksana, dan Yang terpenting banyaklah mendekatkan diri pada Allah, pencipta Semesta, minta agar diberi Petunjuk, kemudahan, ketentraman dan keselamatan. Jangan menyesal dikemudian hari, akhir kata, sungguh KELAMBANAN TELAH MENUAI BENCANA.
Wallahu a''lam bishshawab
Syaiful Alamsyah
| < Prev | Next > |
|---|














