Scalamedia.net. Tiga Orang tewas, masing - masing dua dari Satpol PP dan satu dari warga setempat, serta ratusan luka - luka, akibat bentrokkan di makam Mbah Priuk, koja Jakarta Utara. Bentrokkan itu sendiri disebabkan adanya keinginan Pemerintah Propinsi DKI yang ingn mengeksekusii Makam Mbah Priuk yang diaku milik PT. Pelindo II, namun ahli waris mbah Priuk mengatakan bahwa tanah makam tersebut tidak pernah dijual atau dialihkan kepada siapapun.
Masing masing pihak merasa memiliki bukti bahwa tanah makam ini adalah milik mereka sehingga upaya negosiasi tidak dapat dicapai, pihak Pemda sendiri mengatakan bahwa mereka sebenarnya tidak berniat untuk menggusur makam Mbah Priuk tersebut karena makam tersebut merupakan situs bersejarah, namun tentu saja pihak ahli waris tidak bisa mempercayai begitu hal tersebut, disamping mereka juga merasa tidak pernah menjual lahan yang dipersengketakan.
Mbah Priuk sendiri merupakan seorang Ulama Besar asal Palembang yang lahir sekitar tahun 1727, dan hijrah ke Batavia pada tahun 1756 untuk menyebarkan agama Islam, sehingga namanya akhirnya diabadikan sebagai nama Tanjung Priuk, atau Tanjung Priok.
Apa yang dilakukan oleh pihak Satpol PP sendiri sepertinya sudah sangat arogan dan keterlaluan, seperti adanya seorang anak yang baru pulang sekolah dan melewati lokasi makam sempat dipukuli oleh anggota Satpol PP hingga harus dirawat dirumah sakit Koja. Tindakan ini tentu saja menambah amarah warga.
Pihak Pemda DKI, terutama orang yang memerintahkan untuk mengerahkan 2000 orang Satpol PP seharusnyalah bertanggung jawab atas insiden ini, dan tidak bisa berlindung dengan dalih mengeksekusi lahan demi hukum, karena hukumnya pun belum final, lagi pula saat ini masyarakat mulai tidak percaya dengan hukum yang terbukti bisa dibeli.
Alasan bahwa Pihak Pemda tidak berniat merelokasi makam, juga kurang dapat diterima karena kalau memang seperti itu tentunya harus disosialisasi terus menerus. Lagi pula kalau memang tidak berniat menggusur makam, mengapa membawa Backhoe . . .?
Disisi lain kebrutalan juga dilakukan oleh warga yang akhirnya berhasil memukul mundur Satpol PP, anggota Satpol PP yang tidak berhasil melarikan diri saat dikejar warga juga menjadi bulan bulanan warga yang sudah sangat marah.
Insiden ini menelan korban,
Tewas 3 Orang, 2 dari Satpol PP, 1 dari Warga.
Luka luka sebanyak 124 Orang, 69 Orang dari Satpol PP, dan 55 Orang dari Warga
| < Prev | Next > |
|---|














