
Banyak orang mengira, kebahagiaan hanya bisa didapatkan dengan upaya besar dan kita harus mencarinya seumur hidup. Padahal kebahagiaan yang tak kenal akhir ada di dekat kita, dan kita tak perlu melakukan apa pun untuk mendapatkan atau merasakannya.
Berikut, beberapa tip untuk mengubah cara berpikir tentang kebahagiaan serta belajar motivasi, ketabahan, dan kegembiraan yang belum pernah Anda rasakan.
TERIMA APA PUN YANG TERJADI DAN BELAJAR DARINYA
Hidup adalah sekolah dan kita tak pernah tamat. Terima apa pun yang terjadi pada Anda, sesulit apa pun, tujuannya untuk mengajari Anda. Tugas Anda adalah belajar dan melakukan apa yang harus dilakukan. Tidak terlalu sulit untuk bergerak maju jika Anda fokus pada mempelajari pelajaran tersebut ketimbang meratapi kemalangan Anda.Tidak berarti Anda tidak punya perasaan atau tak punya hati, sebaliknya Anda akan lebih perhatian dan empatetik jika Anda tidak meratapi kemalangan Anda.
RUMUSKAN APA YANG ANDA LAKUKAN BERDASARKAN TUJUAN
Apa yang akan Anda katakan ketika seseorang bertanya, apa pekerjaan Anda? Jika Anda merumuskannya dalam istilah fungsional,"Saya mengajar matematika di SMP,"Anda akan kecapaian atau segera kecapaian. Jika Anda menjawab, "Saya membantu pemimpin masa depan menghargai keindahan matematika dan menunjukkan kepada mereka sejumlah banyak imajinasi yang membuat ilmuwan besar merumuskan teori hebat, maka setiap hari Anda akan menyenangkan. Apa kebaikan dari pekerjaan Anda untuk masyarakat? Anda akan menuangkan seluruh energi emosional Anda ke dalam kebaikan itu.
KERJAKAN SEGALA SESUATU DENGAN SUKA CITA
Anda merasa bosan dengan pekerjaan Anda? Jika ya, Anda menghabiskan terlalu banyak waktu untuk meratapi nasib dan betapa alam semesta tidak berkooperasi dengan hasrat Anda. Perhatikan situasi Anda saat ini. Anda akan menemukan banyak yang tak terlihat mata. Ada nuansa yang tak pernah Anda sadari jika Anda tidak memberikan seluruh perhatian. Jika Anda memperhatikannya, Anda tak pernah akan bosan. Pekerjaan Anda akan berubah dengan sendirinya dalam cara yang tak pernah Anda bayangkan dan membuat Anda merasakan kebahagiaan yang lebih besar.
INGAT, KITA MENARIK SESUATU YANG SAMA
Pernah kenal orang yang terus menerus mengeluh? Yang mencari kesalahan pada orang lain dan pada segala sesuatu? Yang menyedot energi Anda dan membuat Anda merasa kosong? Apakah Anda ingin berada di dekat orang ini? Kemungkinan, cepat atau lambat Anda ingin pindah. Kini pikirkan perasaan yang Anda bangkitkan pada orang lain. Usahakan sensitif terhadap orang lain dan coba tingkatkan kesadaran mereka. Jangan lakukan dengan menguliahinya dan berkata mereka harus begini atau begitu. Lakukan dengan meningkatkan kadar energi dan menemukan apa yang terbaik dalam diri seseorang. Ketika Anda mengembangkan kebiasaan ini, orang-orang yang bahagia akan masuk ke dalam hidup Anda dan membuat Anda lebih bahagia lagi.
MEMBAL KEMBALI SEPERTI BONEKA DARUMA
Boneka Daruma Jepang tak punya lengan atau tungkai dan berat. Banting dan boneka itu akan membal kembali. Anda tak bisa menjatuhkannya. Simpan ini sebagai visi. Selama menjadi manusia, kita tak bisa mencegah sesuatu terjadi pada kita. Tapi kita bisa segera bangkit lagi. Dan Anda melakukan ini dengan menerima dan bertanya,"Dari sini saya akan ke mana?" Tak ada keluhan, tak ada ratapan, yang ada hanya kemauan untuk belajar apa yang bisa dipelajari dan kesiapan untuk melakukan apa yang harus dilakukan.
UBAH FOKUS UNTUK MELAYANI ORANG LAIN
Perhatikan ketika Anda mengangap Anda adalah pusat dari alam semesta. Apa pun yang terjadi, Anda hanya berpikir apa akibatnya pada Anda. Hidup dengan 'saya' sebagai pusat dunia bisa dipastikan Anda akan mengalami penolakan, keresahan, kebosanan, dan segala sesuatu yang membuat hidup tidak bahagia. Sebaliknya, berpikir secara sadar untuk melayani orang lain dan hidup Anda akan berbunga-bunga.
JANGAN MENYEBUT APA PUN YANG TERJADI SEBAGAI 'BURUK'
Coba lihat ke belakang, 1 atau 2 tahun lalu dari hidup Anda. Apakah Anda ingat segala sesuatu yang terjadi pada Anda yang waktu itu Anda anggap mengerikan? Apakah Anda bisa melihat, ternyata hal itu tidak seburuk yang Anda duga dan justru berubah menjadi baik? Sebagai contoh, Anda dipecat dan dapat pesangaon yang Anda anggap buruk. Ternyata perusahaan itu bangkrut dan mantan kolega Anda kehilangan pekerjaan dan tidak dapat pesangon, bahkan tidak mendapat penggantian untuk uang yang mereka keluarkan ketika tugas. Anda tak pernah tahu apakah yang terjadi pada Anda itu buruk, tapi menyebutnya buruk memperbesar kemungkinan Anda akan mengalaminya. Jadi, jangan lakukan.
CIPTAKAN KEAJAIBAN
Anda sudah berpakaian dan berdandan rapi, tiba-tiba hujan dan Anda tidak bawa payung. Sebuah taksi meluncur di depan Anda, menurunkan penumpang dan Anda masuk ke dalam. Anda merumuskan kejadian ini sebagai kebetulan? Jika ya, Anda menghilangkan alat kuat yang bisa mendatangkan segala yang baik ke dalam hidup Anda. Lebih baik terima apa yang terjadi pada Anda sebagai keajaiban dan syukuri. Anda membuatnya terjadi. Semakin Anda mensyukuri 'keajaiban', semakin banyak 'keajaiban' akan muncul dalam hidup Anda. Mungkin Anda tak bisa membuat keajaiban khusus, misalnya membuat kereta api terlambat 10 menit sehingga Anda bisa naik kereta itu, tapi Anda bisa menjalani hidup dimana keajaiban-keajaiban seperti ini memperkaya pengalaman Anda.
ADA YANG LEBIH PENTING DART BEKERJA
Tersebutlah seorang pria yang sangat ingin menjadi CEO dan siap melakukan apa pun yang diperlukan untuk itu. Keluarga adalah gangguan dan dia kesal dengan permintaan keluarga. la menghadiri pertandingan sepak bola anaknya tapi menghabiskan sepanjang waktunya untuk menelepon dan mengulang pesan di dalam Blackberry-nya. Dia merasa sudah jadi ayah yang baik sampai dia mendengar anaknya berteriak di telepon, memberitahu temannya, 'Ayah saya tidak sayang pada saya. Dia hanya ingin orang lain mengira dia ayah yang baik. Dia duduk di sepanjang pertandingan dengan teleponnya dan sama sekali tidak lihat gol yang saya cetak." Siapa diri Anda, cepat atau lambat akan kelihatan. Ralph Wald Emerson berkata,"Siapa diri Anda bicara bicara sangat keras sampai saya tidak dengar apa yang Anda katakan."
LEPASKAN
Perhatikan bayi yang minum susu dengan senang dan melepaskan botolnya. Wajahnya tampak merah, ia menjerit dan tak diragukan lagi dia marah. Berikan kembali botolnya. Si bayi segera senang lagi. la merasakan kemarahannya, tapi melepaskannya. Yang jadi masalah kita adalah, kita tidak melepaskan. Kita memendam kebencian, penghinaan, kenangan, dan sampah mental selama bertahun-tahun atau berdekade-dekade. Buang semua sampah ini. Lepaskan. Dengan cara ini, kita menyiapkan ruang untuk kebahagiaan.
Sumber Tabloid Aura,Edisi 33,September 2010
| < Prev | Next > |
|---|














