
Setelah sebuah geng Pishtacos di Peru, Amerika Latin, mernbantai warga guna mendapatkan lemak dan menjual carian lemak itu seharga 15.000 dollar AS atau sekitar Rp. 142,9 juta per liter, kini terungkap kelompok penganut ajaran sesat di Afrika meyakini bahwa setiap, organ tubuh seorang albino memiliki kekuatan magis. Satu set potongan tubuh albino dihargai 75.000 dollar AS atau sekitar Ap 713 juta.
Akibat terjadinya pembantaian demi pembantaian, kini sekitar 10.000 kaum albino di Afrika bersembunyi ke tempat
yang aman..Mereka takut mati dibantai oleh kelompok yang percaya akan adanya kekuatan magis tersebut.
Mary Owido, (36), seorang albino, mengatakan hanya akan nyaman jika berada di tempat kerja atau rumah bersama suami dan anak-anak. "Ke mana pun saya pergi, saya terancam. Katanya, kaki dan tangan saya bisa membuat orang Tanzania kaya," kata ibu enam anak ini.
Owido mengatakan, para pemburu albino itu, mengancam hidupnya. "Saya benar-benar takut pergi sendirian," katanya.
Sejak tahun 2007, ada 44 albino tewas di Tanzania dan 14 lainnya telah disembelih di Burundi. Kasus ini memicu ketakutan luar biasa di antara kaum albino di Afrika Timur. Federasi Palang Merah Internasional dan masyarakat Bulan sabit mengatakan, sejak pembunuhan itu terjadi hingga saat ini sudah ada sedikitnya10.000 albino mengungsi atau bersembunyi.
Pembunuhan albino terbaru di Afrika Timur terjadi di wilayah Mwaza, Tanzania pada akhir Oktober 2009. Ketika itu, para pemburu albino membantai Gasper Elikana, pria berusia 10 tahun. Mereka memotong kakinya. Ayah dari Elikana yang berusaha membela anaknya pun menderita luka serius.
Seseorang menjadi albino karena faktor keturunan, yakni jika kedua orangtuanya albino. Semua enam anak Owido memiliki warna kulit normal, layaknya warna kulit orang Afrika. Albino Afrika sering mendapat perlakuan buruk seperti penghinaan, diskriminasi, dan segregasi sepanjang hidupnya. Mereka juga memiliki risiko tinggi tertular kanker kulit jika sering bekerja di luar ruangan.
Owido adalah guru sekolah tinggi di kota Ahero, Kenya barat. Dia terpaksa pindah dari peker jaan mengajar yang lebih menjanjikan di perbatasan Kenya-Tanzania, yakni di kota Isebania pada tahun 2008, setelah dia mengetahui seorang gadis albino dibunuh dan bagian tubuhnya dipotong lalu dijual.
Federasi Palang Merah Internasional dan masyarakat Bulan Sabit melaporkan, pasar utama organ tubuh albino itu adalah Tanzania. Satu set lengkap organ tubuh albino—termasuk semua anggota badan, kemaluan, telinga, lidah, dan hidung—dapat dijual 75.000 dollar AS. Pembeli menggunakannya sebagai jimat untuk membawa kekayaan dan nasib baik .
(Kompas,Senin 30 November 2009)
| < Prev | Next > |
|---|














