Akhirnya para Ilmuwan NASA (Badan Antariksa Amerika Serikat) angkat bicara membantah kontroversi ramalan akan terjadinya Kiamat pada tahun 2012, rupa - rupanya Ramalan Suku Maya yang mengatakan bahwa kalender dunia akan terhenti pada tahun 2012 benar - benar telah membuat sebagian penduduk Bumi khawatir, apalagi hal ini seolah olah diperkuat dengan diputarnya film karya sutradara Roland Emmerich yang berjudul 2012 Doomsday. Film ini pada kenyataannya mampu menyedot perhatian masyarakat dunia, dan menjadi Film Box Office saat ini.
Sebenarnya Ramalan Kiamat bukan hal baru didunia ini,kalau tidak salah pada tahun 1997 pernah ada isu tentang perpindahan Kutub bumi, lalu pernah juga ada isu pada saat pergantian Milenium yaitu akhir tahun 2000. Namun ternyata ramalan kiamat tahun 2012 kenyataannya mampu lebih banyak menyedot perhatian publik diseluruh dunia, di Tanah Air sendiri hampir setiap orang membicarakannya, mulai anak - anak sampai orang dewasa.
Para ilmuwan NASA menegaskan tidak akan terjadi kiamat pada 2012. "Tak ada suatu hal yang buruk terjadi di bumi pada 2012," demikian keterangan resmi NASA. "Planet kita baik-baik saja lebih dari empat miliar tahun. Para ilmuwan tepercaya mengetahui bahwa tidak ada ancaman yang berkaitan dengan 2012."
Peneliti senior Institut Astrobiologi NASA David Morrison mengungkapkan bahwa dua tahun lalu dia mendapatkan pertanyaan mengenai kiamat 2012. "Sekarang pertanyaan itu saya dengarkan setiap hari. Dua pemuda mengatakan bahwa mereka tidak ingin melihat akhir dunia sehingga mereka berpikir untuk mengakhiri kehidupan mereka" katanya.
Bagaimana dengan planet Nibiru? "Nibiru adalah sebuah mitos, tanpa dasar fakta. Untuk seorang astronom, klaim yang gigih tentang sebuah planet yang dekat, tetapi tak terlihat adalah sekadar kekonyolan belaka,"kata Morrison. Morrison juga membahas mereka yang khawatir bahwa ramalan kalender suku Maya itu. Menurut dia, kalender kuno merupakan hal yang menarik untuk sejarawan, tetapi kalender tersebut tidak cocok dengan kemampuan yang kita miliki sekarang untuk menjalani waktu atau ketepatan dari kalender yang kini kita digunakan.
Bagaimanapun kalender itu, baik kontemporer atau kuno, tidak dapat meramalkan masa depan planet bumi atau memberi peringatan tentang hal-hal yang terjadi pada tanggal tertentu seperti 2012. "Saya mencatat bahwa kalender meja ku berakhir lebih cepat, pada 31 Desember 2009, tetapi saya tidak menafsirkannya sebagai ramalan kiamat. Itu hanyalah awal Tahun Baru," kata Morrison.
Lebih lanjut Marrison mengatakan bahwa seluruh skenario bencana 2012 adalah tipuan, didorong oleh iklan untuk film fiksi ilmiah Hollywood tentang bencana 2012. "Saya hanya bisa berharap bahwa kebanyakan orang mampu membedakan antara film Hollywood dengan kenyataan," kata Morrison. Dr Morrison mencatat bahwa ketertarikan yang berkembang tentang luar angkasa telah menyebabkan suatu cosmophobia, yaitu ketakutan terhadap luar angkasa. Dia mengaku bertemu orang yang seringkali khawatir tentang medan magnet matahari,badai matahari, lubang hitam, dan keretakan di Bima Sakti.
"Cosmophobia ini bisa menjadi salah satu konsekuensi jangka panjang terburuk dari isu kiamat 2012 untuk membuat orang takut terhadap astronomi dan alam semesta,"papar Morrison.
Sebelumnya bumi hampir saja ditabrak sebuah asteroid pada Jumat (6/11) silam. Asteroid yang tidak terdeteksi asalnya itu berada dalam jarak 8.700 mil atau 14.000 kilometer dengan bumi.
Namun, para pakar astronomi baru memberi peringatan 15 jam sebelum asteroid itu berada dalam titik terdekat dengan bumi. Orbit lintasan,asteroid itu 30 kali lebih dekat dibandingkan bulan yang jaraknya 250.000 mil dari bumi. Kecepatan asteroid itu mencapai 7,17 kilometer per detik.
"Objek antariksa yang disebut 2009 VA itu akan terbakar habis saat memasuki atmosfer bumi. Tentu saja, asteroid itu akan menciptakan sebuah bola api besar di langit, tapi tidak berdampak besar bagi permukaan bumi," kata para pakarastronomi.
Asteroid itu diketahui keberadaannya oleh Catalina Sky Survey pads 6 November 2009. Benda luar angkasa itu lantas diidentifikasi oleh Minor Planet Centre di Cambridge, Massachusetts, sebagai sebuah objek dekat bumi. Sedangkan Near Earth Object Programme (NEO) NASA lantas memproyeksikan orbit benda tersebut dan menyimpulkan, meski bergerak sangat dekat dengan bumi, asteroid itu tidak akan mengehai planet ini. 2009VA merupakan asteroid ketiga yang orbitnya terdekat dengan bumi dalam katalog asteroid.
Program NEO NASA bertujuan mendeteksi dan melacaklebih dari 90% dari 1.000 asteroid dan komet yang mendekati bumi dan memiliki diameterlebih dari O,6 mil pada 2020. Selain asteroid yang hendak menabrak bumi pada Jumat (6/11) itu, dua asteroid lain juga diperkirakan akan mendekati bumi.
dari Harian Seputar Indonesia
| < Prev | Next > |
|---|














