Home ARTIKEL Renungan Yang pertama Masuk Surga

Yang pertama Masuk Surga

PDF

Dimuka surga kelak menurut Nabi Saw, akan ada empat manusia yang hendak masuk surga lebih dulu. Dasar manusia, mereka saling berbual siapa yang mula-mulaberhak masuk surga pertama kali. Karena Malaikat Ridlwan tidak dapat mengambil keputusan, turunlah Malaikat Jibril ditugaskan menjadi hakim. Mereka adalah pahlawan, orang kaya yang dermawan, haji mabrur, dan orang alim yang saleh.

Salah satu dari mereka dipanggil ke muka dan ditanya, “Dengan sebab apa engkau beruntung akan masuk surga tanpa disiksa?”

Orang itu menjawab, “Saya seorang pahlawan yang mati syahid di medan perang karena membela agama.”

Jibril berkata, ‘Darimana kau tahu bahwa pahlawan yang mati syahid bakal masuk surga tanpa dihisab?”

Pahlawan menjawab,”Dari orang alim.”

“Kalau begitu, jagalah akhlak yang baik. Biarkan orang alim masuk surga lebih dulu,” ucap Malaikat Jibril.

Pahlawan itupun menunduk menyadari ketidaksopanannya.

Lalu dipanggil pula haji mabrur, yang ikhlas dan tidak cacat dalam melaksanakan ibadahnya. Ia ditanya oleh Jibril, “Siapa engkau? Dan apa amal baikmu di dunia hingga mau masuk surga lebih dulu?”

Haji itu berkata, “Saya seorang haji yang mabrur. Sesuai dengan janji Rasulullah, tidak ada balasan yang setimpal yang setimpal bagi saya kecuali surga.”

“Betul, begitulah janji Nabi sejalan dengan wahyu Allah. Tetapi, dari mana engkau tahu bahwa Rasulullah pernah berjanji begitu?”.

“Dari guru saya, orang alim,” sahut sang haji.

“Dari orang alim katamu? Mengapa engkau tidak menjaga adab, membiarkan orang alim masuk surga lebih dahulu?”

Haji itu pun mundur menginsyafi kekeliruannya.

Sesudah itu maju pula orang kaya yang dermawan, yang sebagian banyak hartanya disedekahkan di jalan kebaikan.

“Engkau ingin yang pertma masuk surga?” Tanya Jibril.

“Benar. Saya mau masuk surga yang mula-mula karena hal itu merupakan hak saya.”

“Apa yang kamu lakukan di dunia ketika engkau masih hidup hingga punya pendapat seperti itu?”Tanya Jibril lagi.

“Saya adalah seorang hartawan. Kekayaan saya itu saya dapatkan melalui jalan halal, saya peroleh dengan kerja keras dan berhemat. Tetapi, sesudah terkumpul banyak, harta saya tidak saya pergunakan untuk foya-foya di tempat maksiat, dan tidak juga hanya saya belanjakan untuk diri sendiri serta keluarga saya, tetapi sebagian besar saya belanjakan untuk menolong masyarakat, untuk menunjang kebaikan dan berjuang di jalan Allah.”

“Dari siapa engkau tahu bahwa semua yang kaulakukan itu akan diganjar dengan masuk surga tanpa diperiksa?” Jibril bertanya cermat.

“Dari orang alim, guru saya,” jawab si hartawan.

“Dari orang alim?”

“Betul.”

“Jadi, kenapa orang alim yang sudah mengajari dengan kebaikan dan kebenaran tidak kau biarkan masuk surga lebih dahulu sebagai tanda terima kasihmu kepadanya?”

“Maaf, tadi saya khilaf. Sekarang saya sadar, saya rela masuk surga paling belakang. Biarlah orang alim itu yang pertama masuk surga.”

“Nah, begitulah sepatutnya,” ujar Malaikat Jibril.

Maka orang kaya itu segera mundur dan orang alim dipersilahkan masuk surga lebih dulu. Namun dasar orang alim yang salih, ia tetap setia kepada ilmu yang didalaminya, yaitu harus mengalah dan berendah hati. Dengan segala keikhlasan orang alim itu berkata:

“Maaf, Tuan-tuan, dan maaf para malaikat yang bijaksana. Sebagai orang alim saya tidak akan dapat belajar dan mengajar dengan tenang apabila tidak ada pahlawan yang rela mati syahid. Saya tidak akan memperoleh pahala yang terus-menerus jika murid saya yang haji ini tidak mengamalkan ilmu saya secara benar.

“Dan saya, orang alim, dan dia pahlawan, serta dia haji mabrur, tidak akan dapat memperoleh keleluasaan beribadah serta mengajarkan ilmu saya apabila tidak ada kedermawanan orang kaya yang mau membiayai tentara berangkat perang, yang mau menyediakan kelapangan bagi perjalanan haji, yang mau membangun madrasah, tempat-tempat pengajian agama, penyantunan anak-anak yatim, serta macam-macam kebaikan lainnya.

“Semua itu mustahil terwujud apabila tidak ada orang kaya yang dermawan. Karena itu, biarlah orang kaya ini yang masuk surga lebih dulu, disusul oleh pahlawan, kemudian haji mabrur dan izinkanlah saya masuk surga paling penghabisan.”

Akhirnya diputuskan oleh Malaikat Jibril sebagaimana yang diusulkan oleh orang alim itu, yakni hartawan yang dermawan itulah yang masuk surga paling depan.

Dari berbagai sumber 

 

 

Add comment

{jcomments on}


Security code
Refresh

Kunjungi juga Website dibawah ini
Banner

12_85a55d2cb282a36fa3b3cf165085171a.jpg

14_719b49854bb2c4da6d06168612ec3255.jpg

15_0f33cda31197e308704c2f6dad3c1c1f.jpg

16_0b43c11daa9b9fc4d76f9709f5f8e77d.jpg

17_3b711f21ff8174bbf07a06458b3e8558.gif

18_997b15eee9b3b7e4b108096cca53c535.jpg

19_30ef6e344de0c197e52eb817dcdf4cfe.jpg

20_d6d10fe367723680868feca223c88897.JPG
Sponsor :
PRIMA ARCHITECTURE
Kami membantu mewujudkan keinginan Anda akan rumah yang ideal. Mulai dari tahap disain arsitektur sampai pelaksanaan fisk bangunan.
MER-C
Kunjungi Website kami, salurkan sumbangan anda di tempat yang tepat
Links :
WISATA HATI
Mari ikutan berdakwah lewat web ini. Salurkan rizki Anda di DDW (Donasi Dakwah lewat Web)
AYO MAKMURKAN MASJID
Jangan biarkan Masjid masjid menangis, ayo kita ramaikan masjid, sekaligus untuk menolak bencana, ikuti komunitasnya di Facebook "Ayo makmurkan Masjid".

Facebook Share

Share on facebook

Donasi lewat PayPal

We have 73 guests online
Link Iklan:
BESELWEB.COM
Mau buat website ?, atau mau belajar membuat website ?, jangan ragu, disini tempatnya, segera kunjungi kami
RAMADHAN.MOBI
HP, Blackberry, iPhone dan iPad Jangan hanya dipakai SMS dan Chatting saja, isi waktu luang anda dengan membaca situs mobile RAMADHAN.MOBI. Semoga bermanfaat, Wassalam
GPSOKE.COM
Sedia CD Installasi Aplikasi GPS untuk HP yang Support GPS seperti Nokia E71, Samsung C6625, dll Hanya Rp 75.000,- saja sudah termasuk ongkos kirim untuk daerah Jawa Bali. keterangan lebih lanjut hubungi : info@gpsoke.com. catatan Aplikasi ini tidak membutuhkan pulsa dalam penggunaannya.

Beselstudio.com

JA slide show