A. Silisilah Nabi Idris AS
Nabi Idris adalah keturunan Syits, anak bungsu Nabi Adam AS. la keturunan yang ketujuh dari Nabi Adam dan juga sebagai Nabi ketiga setelah Nabi Adam dan Nabi Syits (termasuk nabi yang tidak wajib untuk diketahui). Nabi Idris adalah orang yang sangat pandai. Beliaulah yang mula-mula bisa menulis, membaca, dan mengetahui berbagai macam ilmu pengetahuan seperti ilmu perbintangan, ilmu hitung, menjahit, meracak kuda, dan lain sebagainya.
Nama sebenarnya adalah Aknuh, Idris adalah sebuah nama julukan (berasal dari kata darasa-yadrisuidrisan) karma beliau banyak mempelajari shahifah - shahifah, baik yang diturunkan kepadanya atau kepada nabi-nabi sebelunmya. la mempelajari 90 shuhuf yaitu 30 shuhuf yang diterimanya, 50 shuhuf yang diturunkan kepada Nabi Syits, dan dari Nabi Adam 10 shuhuf.
Beliau juga orang yang amat tangguh dan mempunyai kekuatan yang luar biasa sehingga beliau mendapat gelar 'as'adul usud' (singa dari segala singa). Tetapi beliau tetap menggunakan kekuatan dan kepandaiannya untuk memerangi kaumnya yang ingkar terhadapa syari"at Allah. SWT. Dan Allah juga menambah derajat yang tinggi. Sebagaimana firman Allah yang Artinya: "Dan ingatlah Engkau (tentang) Idris yang tersebut dalam Kitab (al-Qu'an). Sesungguhnya ia adalah orang yang sangat benar, ia seorang nabi. Dan telah Aku tempatkan ia di suatu tempat yang tinggi." (QS. Maryam 56-57)
B. Nabi Idris Naik ke Langit
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, dari Anas bin Malik dinyatakan bahwa Nabi Muhammad saw dan Malaikat Jibril melewati suatu tempat pada malam isra' miraj, beliau bertemu dengan Nabi Idris sembari berkata "Selamat datang Nabi yang shaleh dan saudara yang shaleh."
Kemudian Nabi. Muhammad bertanya (kepada Jibril) tentangnya : "Siapakah ini Ya Jibril?", Jibril menjawab : "Ini adalah Nabi Idris."
C. Nabi Idris Dengan Kecerdasannya
Dalam suatu riwayat lain dikatakan bahwa sebab diangkatnya Idris ke surga adalah karena setiap hari dan setiap malam ia mempunyai amalan yang selalu diterima sebanyak penduduk bumi. Sebab itu malaikat pencabut nyawa menjadi cinta dan rindu sekali kepada Nabi Idris, kemudian ia meminta izin kepada Allah SWT untuk mengunjungi Nabi Idris. Kemudian dengan izin Allah SWT malaikat itu berkunjung kepada Nabi Idris dengan menyerupai manusia. Kala itu Nabi Idris sedang melaksanakan puasa sepanjang tahun.
Setiap menjelang berbuka, ia selalu didatangi seseorang yang selalu membawakan makanan. Kemudian Nabi Idris pun menyantap makanan tersebut dan mengajak serta laki-laki tadi, tetapi ia menolak (karena sebenarnya laki-laki tersebut adalah malaikat, yang tentu saja tidak makan dan minum). Ketika selesai berbuka, Nabi Idris selalu,rnengerjakan ibadah lain yang telah ia istiqomahkan sepanjang hidupnya. Sedangkan laki-laki itu duduk di sampingnya menunggu Nabi Idris beribadah. Ketika fajar telah terbit dan Nabi Idris telah selesai dari ibadahnya, lelaki itu masih duduk disampingnya. Nabi Idris kemudian berkata kepadanya: "Hai laki-laki, apakah engkau mau berjalan-jalan bersamaku, agar kita bisa bersenang-senang. "
Lelaki itu inenjawab.: "Ya, saya bersedia."
Kemudian keduanya berdiri dan berjalan bersama sampai dipersawahan. Laki-laki itu bertanya "Apakah engkau mengijinkan aku mengambil tanaman ini beberapa tangkai saja untuk kita makan?"
Nabi Idris menjawab : "Subhanallah, kemarin engkau tidak mau makan makanan yang halal, dan hari ini engkau menghendaki makanan yang haram. " Laki-laki itupun diam.
Mereka berjalan selama empat hari lamanya, tentu hal ini hal yang tidak biasa dilakukan orang lain. Kemudian Nabi Idris bertanya kepadlanya "Siapakah sebenarnya engkau ini? " Laki-laki itu, menjawab: "Saya-,adalah malaikat pencabut nyawa." Nabi Idris bertanya kembali: "Apakah engkau juga yang mencabut jiwa-jiwa manusia?", "Ya".Jawabnya.
"Setelah empat hari bersamaku, apakah engkau juga sempat mencabut nyawa?" tanya Idris as.
Lelaki itu menjawab: "Ya, saya telah mencabut beberapa jiwa. Dan sesungguhnya nyawa makhluk bagiku adalah bagaikan hidangan makanan saja, seperti halnya engkau menghadapi sesuap makanan."
Nabi Idris melanjutkan pertanyaannya: "Hai Malaikat pencabut nyawa, lalu apakah engkau datang untuk sekedar berkunjung, atau untuk mencabut jiwa saya?"
"Saya datang hanya berkunjung dengan izin Allah." "Hai. Malaikat pencabut jiwa, saya mempunyai hajat kepadamu!".
"Apakah hajatmu wahai Nabi Allah SWT?"
Nabi Idris menjawab : "Hajat saya kepadamu adalah agar engkau mencabut jiwaku, dan kemudian Allah SWT swt menghidupkanku kembali, sehingga saya akan lebih khusyu, beribadah kepada Allah SWT sesudah saya merasakan sakitnya mati."
"Sungguh saya tidak akan mencabut jiwa seseorang kecuali Allah SWT telah mengizinkan." Jawab malaikat tersebut. Maka Allah segera berfirman kepadanya: "Cabutlah jiwa Idris as!"
Maka pada saat itu juga Malaikat segera mencabut jiwa Idris as, dan Malaikat itu menangis seraya merendahkan diri memohon kepada Allah SWT agar menghidupkan kembali Nabi Idris AS. Kemudian Allah SWT menghidupkannya kembali.
Setelah Nabi Idris hidup kembali, beliau ditanya oleh malaikat tentang proses kematian. Nabi Idris as menjawab: "Sungguh seperti binatang yang terkelupas kulitnya dalam keadaan hidup, maka sungguh rasa sakit itu lebih darinya seribu kali lipat."
Kemudian malaikat itu melanjutkan ucapannya: "Cara sangat hati-hati dan halus yang saya lakukan pada waktu mencabut ruhmu itu belum pernah saya lakukan terhadap seseorangpun."
"Hai Malaikat Pencabut Jiwa! Saya juga punya hajat kepadamu, yaitu saya ingin melihat neraka jahannam, sehingga saya akan lebih giat menyembah Allah SWT setelah saya melihat belenggu tangan, belenggu kaki dan segala sesuatu yang ada di dalam neraka.
"Bagaimana saya bisa pergi ke neraka jahannam tanpa izin dari Allah SWT?" Jawab Malaikat tersebut. Kemudian Allah SWT menurunkan wahyu kepada Malaikat tersebut. Malaikat itupun bergegas, pergi ke naraka jahannam bersama Idris as.
Di dalam neraka Jahannam, Nabi Idris diperlihatkan segala macam makhluk ciptaan Allah SWT untuk musuh-musuh Nya, berbagai belenggu rantai, belenggu tangan, leher. Ada pula yang berupa ular, kalajengking, api, kayu garu, kayu zakum (Makanan ahli neraka, yang tidak menjadikan kenyang dan mempunyai rasa yang sangat tidak enak), dan air yang mendidih.
Setelah diperlihatkan berbagai makhluk neraka, maka keduanya kembali ke dunia. Setelah sampai di dunia Idris kembali mengajukan permintaan kepada malaikat tersebut: "Saya punya hajat yang lain kepadamu yaitu agar engkau bersedia mengajakku berjalan-jalan ke surga melihat segala sesuatu yang Allah sediakan untuk para hamba Nya agar aku bertambah taat."
Malaikat itu kembali berkata: "Bagaimana saya bisa pergi bersamamu ke dalam surga tanpa izin Allah SWT." Maka Allah SWT segera memberikan perintah, "Pergilah engkau bersama Idris ke surga!"
Keduanya pun pergi ke surga, tetapi hanya sampai di depan pintu. Nabi idris menyaksikan di dalam surga berbagai macam kenikmatan, kerajaan yang besar, anugrah yang berlimpah, serta tanam-tanaman dari buah-buahan yang beraneka ragam.
Kemudian Nabi Idris berkata : '"Wahai Malaikat pencabut nyawa, saya telah merasakan bagaimana sakitnya mati, saya juga telah melihat segala macam isi neraka jahannam beserta siksaannya. Maka sudilah kiranya engkau memohonkan kepada Allah SWT agar berkenan mengijinkan saya masuk ke dalam surga ini dan juga meminum airnya agar hilang rasa sakitnya mati dari diri saya, dan juga agar terlindung dari siksa Jahannam."
Maka Allah SWT pun mengizinkan kepada Idris setelah malaikat tersebut memohonkannya kepada Allah SWT agar masuk surga sebentar saja. Dengan didarnpingi malaikat tersebut, Nabi Idris pun memasuki surga. Setelah sampai di surga (tanpa sepengetahuan malaikat yang menemaninya), ia meletakkan kedua sandalnya di bawah sebatang pohon surga.
Setelah memenuhi keinginan Idris, kemudian maliakat tersebut mengajaknya keluar. Setelah keluar dari pintu surga, Nabi Idris berkata kepada malikat tersebut :- "Hai Malaikat pencabut nyawa, sandal saya tertinggal di dalam surga, maka kembalikanlah saya ke dalamnya."
Dalam kisah ini yang dilakukan Nabi Idris tidak membohongi malaikat tersebut. Karena dalam janjinya ia diperbolehkan masuk surga hanya sebentar saja, kemudian keluar.Beliaumenepati janjinya dengan keluar dari surga. Akan tetapi setelah itu sandal beliau memang berada di dalam surga. Dan masuknya beliau ke dalam surga yang kedua terlepas dari perjanjiannya yang pertama. Kejadian ini membuktikan betapa cerdasnya beliau.
Malaikat itupun akhirnya mengantar kembali Nabi Idris ke dalam surga untuk mengambil kedua sandalnya. Tetapi setelah masuk ke dalam surga, Nabi Idris tidak mau keluar lagi.
Malikat itu berteriak: "Hai Nabi Idris keluarlah engkau dari sana!" Kemudian dijawab oleh Nabi Idris, "Saya tidak mau keluar dari sini, karena Allah SWT telah berfirman: "Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati", Dan saya telah merasakan mati."
"Tidak ada dari antara kamu kecuali dia memasukinya (neraka), dan sungguh saya telah pernah masuk neraka. Dan tidaklah mereka itu dikeluarkan darinya. Lalu siapakah yang telah mengeluarkan saya darinya?"
Maka Allah SWT memberi wahyu kepada malaikat pencabut nyawa: "Tinggalkanlah dia (Idris), sesungguhnya, aku telah memutuskan di zaman Azali bahwa ia termasuk ahli surga. Sebagaimana Firman Allah SWT yang artinya, "Dan (ingatlah) Ismail dan Idris dan Dzulkifli, sekalian (mereka) adalah dari golongan orang-orang yang sabar. Dan kami memasukkan mereka dalam rahmat Kami, karena sesungguhnya mereka dari orang-orang shaleh." (QS. al-Anbiya 85-86)
dari berbagai Sumber
| < Prev | Next > |
|---|














