
Nabi Yahya a.s. dikenal sebagai nabi yang terus menerus bersedih. Kesedihan tersebut berjalan sejak Yahya a.s.lahir hingga akhir umurnya, tangisan Yahya ini tidak pernah terputus. Tidak pernah seseorang melihat Yahya a.s. sehari pun terlihat bergembira.
Bahkan, ayahnya, Zakariyya a.s. pada suatu hari berdoa kepada Allah Tabaraka wa Ta'ala; "Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku menginginkan dari-Mu untuk mengaruniakan seorang anak yang menjadi bagian sumber kesenangan dan kegembiraanku. Akan tetapi, Engkau telah memberikan kepadaku seorang anak yang senantiasa bersedih, berduka, dan menangis dalam semua waktunya."
Pada suatu hari, Zakariyya a.s. juga pemah berbicara kepada anaknya, Yahya a.s.: "Sungguh, aku telah memohon kepada Allah agar mengaruniakan kepadaku seorang yang membahagiakanku. Akan tetapi sejak dilahirkan kamu terus-menerus bersedih".
Yahya a.s. menjawab: "Bukankah engkau telah mengatakan, wahai ayah ku, bahwasanya terdapat sebuah rintangan antara neraka jahanam dan surga, tidak ada seorang pun yang dapat menyeberanginya kecuali seseorang yang menangis karena takut kepada Allah Azza wa-Jalla?"
Singkat kata, Yahya a.s. terus menangis tiada henti, sampai kedua pipinya berlubang dan terluka karena bekas air mata tersebut sehingga ia harus terus-menerus mengeringkannya.
Pada suatu hari, 'Isa a.s. berjumpa dengan anak bibinya, Yahya a.s. di suatu jalan,' Isa a.s. tersenyum kepadanya, lalu Yahya a.s berkata kepadanya: "Mengapa aku melihatmu tersenyum dan bergembira? Seakan-akan engkau mengira bahwasanya dlrimu merasa aman dan tenang selamanya."
Isa a.s. menjawab: "Dan mengapa aku melihatmu muram dan bersedih? Apakah engkau telah berputus asa dari Allah?"
Kemudian keduanya berkata: "Kita tidak akan meninggalkan tempat kita sampai Allah memberikan keputusan dan menerangkan kepada kita siapakah yang benar di antara kita, karena Dia adalah Hakim yang seadil-adilnya."
Maka turunlah wahyu kepada keduanya dari sisiNya. Allah SWT berkata: "Orang yang lebih baik di antara kalian berdua adalah siapa yang harapannya pada rahmat Kami lebih besar dan yang lebih banyak sangkaan baiknya."
dari berbagai sumber
| < Prev | Next > |
|---|














