
Tidak seperti yang diharapkan, akhirnya Timnasional Sepak bola Indonesia kalah ditangan Malaysia yang notabene pernah dikalahkannya pada babak penyisihan group, sekedar untuk belajar dari pengalaman berikut analisa mengenai kekalahan Tim Nasional kebanggaan kita tersebut.
1. Faktor Mental, Faktor mental pemain kita, terutama Penjaga Gawang Markus Haris Maulana, tidak berada pada performance standardnya sebagai penjaga gawang Utama, apalagi setelah adanya gangguan laser oleh pihak Supporter Malaysia, Janji Pengurus PSSI akan mundur bila ada gangguan laser ternyata tidak dibuktikan, sebenarnya kita punya 2 opsi meneruskan bertanding atau berhenti.
2. Pelatih Alfred Ridle seharusnya menurunkan formasi Tim yang pernah mengalahkan Malaysia 5 - 1, bukannya Formasi Tim terakhir saat melawan Philipina. saat pertengahan babak ke 2 dilakukan pergantian dengan memasukkan Irfan Bachdim dan Arief Suyono, terlihat permainan Tim mulai ada gregetnya, namun itu sudah terlambat.
3. Tidak ada salahnya menurunkan Arief Suyono sebagai starter dikarenakan pemain ini mempunyai kecepatan, naluri serta penguasaan bola yang baik disamping postur tubuhnya lebih tinggi dari okto
4. Karena ini pertandingan Tandang, seharusnya Pelatih mengutamakan untuk lebih fokus pada barisan bertahan serta kemampuan dan kesiapan phisik dan psikis dari penjaga gawang.
5. Beberapa Faktor Nonteknis juga patut dipersalahkan memegang andil terbesar atas kekalahan Tim Nasional kali ini, masih kita ingat bagaimana Nurdin Halid menggunakan kemenangan Tim Nasional ini sebagai manuver untuk kepentingan pribadinya untuk tetap bertahan sebagai Ketua PSSI, dengan mengarak Tim ini kemana - mana, ada sarapan bersama, Liputan Media yang terlalu berlebihan, Istigotsah dan lain sebagainya, bahkan saat di Malaysia pun hampir saja Tim ini harus meladeni acara makan malam bersama dll, beruntung pelatih Alfred Ridle menolak acara tersebut. Faktor faktor non teknis ini membuat mod pemain tidak dalam kondisi yang Prima padahal rangkaian pertandingan belum selesai. Alangkah bodohnya orang yang berpendapat bahwa Tim Malaysia mempunyai kekuatan yang sama seperti saat kita kalahkan 5 - 1.
Saran
Tidak bisa bermainnya Okto di Leg ke 2 final piala AFF ini membuat posisinya kemungkinan besar akan diisi oleh Arief Suyono, untuk itu ada baiknya posisi Striker sebaiknya diisi oleh Gonzales dan Bambang Pamungkas dengan Irfan Bachdim sebagai gelandang serang. Sayap kiri Arief Suyono dan Sayap kanan M Ridwan, Gelandang bertahan Firman Utina. Untuk Formasi bertahan sepertinya tetap memainkan hamkah hamzah sebagai swipper. tinggal formasi penjaga gawang. kalau malaysia berani mengganti kiper nya, kenapa kita tidak?.
Saat ini seharusnya justru kita bisa bermain tanpa beban, karena secara diatas kertas kita sudah kalah, satu saja gol malaysia ke gawang kita sudah membuat kita harus menang 5 - 1 untuk menjuarai kejuaraan ini, jadi bermainlah dengan cerdik, Nothing to lose, ini hanya sebuah permainan, dunia belum kiamat.
by. Leo Isyahputra
Bukit Jalil Malaysia
Bukit Jalil Malaysia
| < Prev | Next > |
|---|














