
Akhir akhir ini ramai diberitakan perseteruan antara seorang Penyanyi Dangdut dan seorang Kyai kondang era tahun 90an, dimana si Penyanyi Dangdut mengaku telah diperkosa sang Kyai pada sembilan tahun yang lalu, saat ia baru berusia 16 tahun.
Seorang teman menanyakan pendapat saya mengenai hal ini, atau lebih tepatnya ia menanyakan saya pro ke siapa ?, apa kepada sang Kyai atau pada si penyanyi dangdut ?, spontan saya jawab, "saya memihak yang benar", teman saya tersebut tidak puas dengan jawaban saya lalu ia berkata lagi "lho kan belum ketahuan yang benar siapa ?". lalu saya jawab lagi "justru karena kita belum tahu yang benar siapa makanya kita tidak boleh memihak siapapun dalam hal ini", kan ada Hadit's yang mengatakan "Janganlah kebencianmu pada suatu kaum menyebabkan kamu tidak bersikap adil", Nah ini bisa juga dimaknai sebagai, "janganlah kecintaanmu pada suatu kaum menyebabkanmu tidak bersikap adil".
Lalu iseng iseng saya lihat berita tersebut dibeberapa situs berita, ternyata komentar dari berita tersebut adalah tebih kurang 80% pro sang Kyai dan menghujat si Penyanyi Dangdut dan 20% pro si Penyanyi Dangdut dan menghujat sang Kyai, mana yang benar dari kedua kubu ini ?, ya sama sama salah dong orang kebenaran berita itu belum jelas sekarang coba kita pikirkan
Alangkah kasihannya sang Kyai bila ternyata pengaduan tersebut tidak benar, maka rusaklah reputasi yang dibangunnya mulai dari era tahun 90an, sang kyai yang biasa disanjung sanjung sebagai seorang yang alim dan patuh terhadap ajaran agama seketika menjelma menjadi seorang yang hina dina.
Sebaliknya bila benar ia telah melakukan perbuatan tersebut, maka ia memang seorang yang hina dina dan kalau mengikuti hukum Islam harus dirajam.
Dari sisi si Penyanyi Dangdut juga demikian bila pengaduan tersebut tidak benar, maka ia adalah seorang wanita tukang fitnah yang nekat sekali, bayangkan, ia berani memfitnah seorang Kyai kondang yang mempunyai sejuta umat dan mempunyai puluhan juta simpatisan, nekat benar ini wanita, harus diselidiki betul motifnya, kalu motifnya untuk ketenaran, wah itu bodoh sekali, lihat saja kasus Penyanyi Dangdut yang berselingkuh dengan seorang Anggota DPR, terkenalnya cuma sebentar, sisanya hanya cemoohan, lalu ada Diva penyanyi yang berselingkuh dengan Pengusaha Timor Leste, pamornya enggak naik, bahkan terjun bebas, jadi kalau motifnya agar terkenal kayaknya bodoh sekali, mungkin harus diperiksa ke Psikiater.
Sebaliknya kalau tuduhan sang Penyanyi ini benar, alangkah kasihannya dia, pada saat masih dibawah umur sudah diperkosa, ia mengalami trauma yang berat, mau mengadu takut tidak ada yang percaya, dan beberapa kajian Psikologi dari korban perkosaan adalah, bahwa rata rata korban perkosaan malu untuk melaporkan kasusnya karena, ia merasa tidak kuat menanggung beban Aib, kedua korban perkosaan sering merasa ikut bersalah terhadap peristiwa yang menimpa dirinya itu. Coba bayangkan ia memendam perasaan itu selama bertahun tahun, sampai akhirnya mempunyai keberanian mengungkapkan fakta sebenarnya, dikarenakan pada hari hari terakhir ini ia sebal sekali melihat sang Kyai, muncul lagi di Televisi setelah sekian lama absen, menyiarkan kotbah - kotbah yang baik, padahal ia selama ini melanggarnya.
Masalah sebagian orang menuduhnya berperilaku buruk akhir akhir ini sebenarnya sama sekali tidak bisa menghilangkan dosa orang yang memperkosanya. Secara ekstreem bisa dikatakan apakah anda boleh memperkosa seorang wanita binal yang berpakaian seronok ?, ya enggak boleh . . . . apalagi si Penyanyi dangdut ini mengaku diperkosa pada saat usianya baru 16 tahun, bisa saja perilakunya yang buruk saat ini dikarenakan peristiwa tersebut.
Jadi menurut saya sih harusnya perkara ini disidang saja dengan cepat dan dibuktikan kebenarannya dari sisi manusianya, kalau dari sisi Tuhan sih saya yakin bahwa Allah akan menghukum yang bersalah pada waktunya, kebenaran pasti akan terungkap pada waktunya.
| < Prev | Next > |
|---|














