
Akhir akhir ini santer diberitakan tentang kasus penistaan agama oleh seorang siswa SMA Negri 5 Kota Bekasi Abraham Felix dimana ia menginjak injak Al Qur'an diruang kelasnya yang mana adegan ini sempat diabadikan oleh seorang rekannya.
Sebelumnya pada Februari lalu Abraham juga pernah melakukan penistaan dengan cara memegang Al-Quran sambil mengacungkan dua jari tengahnya, dan memasukkan ke dalam kloset. Gambar itu dimuat di situs Yayasan Bellarminus
Lalu bagaimana sikap kita sebagai orang muslim menghadapi hal semacam ini ?, marah . . . . diam, atau memakluminya . . . ?
Umat Islam wajib marah dalam menanggapi hal ini, sekali lagi hukumnya wajib. Dan menurut saya permasalahan ini bukan permasalahan kecil, kita sangat berharap bahwa pihak yang berwajib bisa mengusut tuntas masalah ini dan menghukum pelaku
dengan seberat beratnya. Yayasan Bellarminus juga perlu diperiksa, karena patut dipertanyakan apa saja ajarannya yang menyebabkan mantan siswanya tersebut begitu bencinya terhadap Islam sehingga melampiaskannya terhadap Alqur'an.
Saya yakin, di Neraka sana Iblis sang Raja Setan tertawa terbahak bahak karena seandainya kita bisa berbicara dengan Iblis dan bertanya kepadanya beranikah ia menginjak injak Al Qur'an, jawabnya pasti tidak . . . Iblis tidak akan berani menghina kalam Ilahi . . . Iblis beraninya hanya membisiki, menyuruh, memprovokator agar melawan pada Allah tapi sesungguhnya dia sendiri tidak berani. Yang berani justru manusia yang bodoh. Itulah sebabnya didalam Al Qur'an disebutkan bahwa Al Qur'an hanya untuk orang - orang beriman dan berakal.
"Lho masak sih Iblis tidak berani . . ?"
"Benar, sesungguhnya Iblis beraninya hanya membisiki manusia manusia yang lemah, yang sangat ia benci, agar manusia itu tenggelam dalam kesesatan dan melakukan hal hal yang dibenci Allah, tapi untuk menginjak Al Qur'an . . . Iblis tidak akan berani, karena ia tahu betul Al Qur'an itu adalah kalam Ilahi"
"Lalu bagaimana ada sikap sebagaian kaum Muslimin yang biasa biasa saja menanggapi permasalahan ini . . . ?"
"Nah kalau ada yang demikian maka ke Islamannya patut dipertanyakan, bukankah membela agama Allah itu wajib hukumnya . . ?, ada cerita berikut yang baik untuk kita renungkan"
Pada suatu masa Allah memerintahkan Malaikat Azab untuk menurunkan Azab yang sangat pedih di suatu tempat yang luas, namun Malaikat ragu untuk melaksanakannya, Malaikat lalu bertanya kepada Allah,
"wahai Allah bukankah didaerah itu ada si Fulan dan si Fulan yang ahli Ibadah . . . ?"
Kemudian Allah menjawab, "Turunkan Azab, sesungguhnya raut muka mereka tidak berubah saat melihat kemungkaran"
Jadi janganlah menganggap sepele penghinaan terhadap Al Qur'an atau simbol simbol agama kita yang lain, kalau tidak ingin Allah menurunkan Azabnya.
| < Prev | Next > |
|---|














