
Beberapa waktu yang lalu terjadi Gempa yang sangat besar di Cile, seperti yang kita tahu, Cile letaknya ribuan kilometer dari Jepang, namun saat Gempa itu terjadi Pemerintah Jepang memprediksi bahwa akibat Gempa di Cile tersebut akan mengakibatkan gerakan Seismik yang secara “Sistemik” akan menimbulkan Tsunami di Jepang dengan ketinggian gelombang bertambah lebih kurang 3 meter dari gelombang yang biasanya terjadi.
Untuk berjaga jaga akan kemungkinan buruk yang terjadi maka Pemerintah Jepang mengungsikan 320 ribu Keluarga yang tinggal di tepi Pantai, melarang kapal kapal untuk mendekati pelabuhan, dan mengadakan patroli udara besar besaran untuk memantau keadaan yang terjadi.
Seluruh hal yang dilakukan diatas tentunya memerlukan biaya yang sangat besar, belum lagi kerugian ekonomi yang ditimbulkan akibat tidak dapat berlabuhnya Kapal kapal, baik kapal penumpang maupun kapal kapal kargo, dan otomatis kegiatan perekonomian terhenti sejenak oleh kegiatan berjaga jaga tersebut.
Setelah ditunggu tunggu, ternyata akibat Gempa Cile tersebut hanya mengakibatkan pertambahan tinggi gelombang sekitar 10 sampai 15 cm saja, tentu saja hal ini melegakan banyak orang. Alhamdulillah. Untungnya di Jepang tidak mempunyai DPR seperti yang kita punya, yang mempertanyakan Kebijakan penyelamatan Ekonomi kita dengan menyelamatkan Bank Century.
Lho kok dihubungkan dengan DPR kita ?, Iya walaupun kejadiannya tidak persis sama tapi ada persamaannya juga. Pada saat penyelamatan Century dilaksanakan, maka perhitungan secara Ekonomi oleh para pelaku Ekonomi dan pengambil kebijakan memprediksi akan adanya Tsunami ekonomi dimana akibat gagalnya sebuah Bank akan membuat dampak sistemik bagi Bank Bank lainnya.
Walaupun Tsunami Ekonomi itu akhirnya tidak terjadi, namun itikad baik dari para pengambil kebijakan untuk menyelamatkan Ekonomi Negara seharusnya tidak disalahkan, namanya juga untuk jaga jaga, Toh tujuan penyelamatan tercapai, dimana disaat negara lain terpuruk, kita bisa menjadi 1 diantara 3 Negara Asia yang bisa selamat dari krisis ekonomi yang melanda Dunia.
Permasalahan Century memang bagai buah simalakama. Seandainya saja Penutupan Bank Century itu tidak memerlukan biaya, maka tentu saja opsi penyelamatan Bank Century tersebut adalah suatu keputusan yang salah, namun keadaan yang sebenarnya adalah Penutupan dan Penyelamatan, sama sama membutuhkan biaya, sehingga Pengambil Kebijakan lebih memilih Opsi Penyelamatan karena Opsi penyelamatan masih mengandung suatu kemungkinan uang penyelamatan itu akan bisa kembali setelah Bank yang diselamatkan tersebut dapat beroprasi secara normal. Berbeda dengan Opsi penutupan Bank, dimana biaya yang dikeluarkan benar benar hilang.
Kesalahan lainnya adalah sesungguhnya Tugas DPR adalah mengkritisi kebijakan Pemerintahan selama Periode saat mereka bekerja, bukan mengkritisi kebijakan Pemerintahan terdahulu, jadi sesungguhnya Pansus Century ini sudah salah kaprah sejak awal.
Sikap sebagian besar para Anggota DPR juga sangat disayangkan karena terlalu memojokkan pengambil kebijakan tanpa memperhitungkan dampaknya bagi masyarakat, kalau benar benar mau dihitung maka mungkin kerugian akibat Dampak Pansus Century ini bisa sangat besar, yang rugi Rakyat juga.
Untuk itu sesungguhnya kita merindukan Figur figur yang bersifat Negarawan yang duduk diposisi elit Politik kita baik di Eksekutif, Yudikatif maupun Legislatif, tidak seperti sekarang yang mengedepankan Emosional dan Golongannya, serta tidak memperhitungkan dampak sosial bagi Rakyat.
| < Prev | Next > |
|---|





