
Dalam suatu kunjungan ke Surabaya, saya bertemu dengan seorang teman lama saya sebut saja namanya Andi, nah dalam kesempatan itu ia menanyakan kepada saya tentang hukum Keluarga Berencana, apakah boleh dilakukan atau tidak, karena menurut dia bukankah semua sudah ditakdirkan oleh Allah ?, sehingga kalau ikut Keluarga Berencana maka akan menyalahi takdir.
Saya tanyakan kepada teman saya tersebut, mengapa ia menanyakan hal tersebut ?. Ia mengatatakan pertanyaan itu dia ungkapkan semata mata karena keprihatinannya dengan nasib adik perempuannya yang kawin dengan seseorang yang mempercayai bahwa kehamilan itu jangan dibatas batasi, karena itu merupakan takdir Allah SWT, padahal mereka itu adalah sebuah keluarga miskin, dan saat ini sang Istri sedang menjalani kehamilan untuk anak yang ke 5, dimana anak ke 2 sampai dengan ke 4 dilahirkan dengan cara Bedah Caesar, dimana biayanya dibantu oleh keluarganya.
"Lho . . . bukannya bedah Caesar itu hanya boleh 3 kali ?" saya bertanya penasaran.
"Itulah mas, bila melahirkan nanti, maka anak kelima ini maka harus dikeluarkan dengan bedah Caesar yang ke 4, itulah yang ingin saya tanyakan bagaimana pendapat Mas tentang hal ini, karena adik Ipar saya itu kalau dinasehati untuk ikut Keluarga Berencana selalu mengatakan "nanti akan menyalahi Takdir Allah"
Saya terdiam sejenak, mendengar cerita tersebut, terus terang hati saya mengatakan, egois sekali laki laki itu, padahal selain ia tidak mempunyai kemampuan secara ekonomi, perbuatannya itu jelas jelas membahayakan nyawa sang istri, setelah itu masih saja berdalih karena Allah. Padahal wanita yang mempunyai kelainan tertentu juga ada yang disarankan untuk tidak mempunyai anak, dan suami yang baik bisa menerima hal itu.
Saya lalu mengatakan kepada sahabat saya itu bahwa kalau menurut pendapat saya, maka membiarkan kehamilan yang membahayakan jiwa Istri itu justru adalah hal yang buruk.
Eh . . . sahabat saya ini bertanya lagi . . . "Alasannya apa Mas . . .?" wah repot juga jawabnya, namun untunglah, dengan Izin Allah juga saya jadi ingat beberapa Hal,
Hidup perlu Ikhtiar.
Sebenarnya ini sudah banyak diketahui orang namun mungkin kurang dipahami, "Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali mereka merubah nasibnya sendiri". berarti kalau nasib mau berubah kita harus punya Ikhtiar untuk melakukan perubahan. Nah masalah hasil akhirnya kita serahkan lagi pada Allah karena itu adalah kehendak Allah, apakah Allah setuju atau tidak dengan Ikhtiar kita tersebut.
Dalam kasus adik sahabat saya itu ada beberapa hal yang tidak dia perhatikan,
Pertama adalah tentang keselamatan Istrinya, sang suami pada keluarga itu sama sekali tidak perduli tentang keselamatan Istrinya, memang mati hidup adalah kehendak Allah, namun manusia tetap saja harus berikhtiar agar selamat, kalau memang manusia tidak perlu berikhtiar untuk selamat ya sudah dijalan ngebut saja sekencang kencangnya, toh kalau tabrakan atau menabrak orang lain maka itu adalah Takdir, apa iya demikian ?. Jadi dalam kasus diatas sang Suami tidak mempunyai Ikhtiar untuk menyelamatkan nyawa Istrinya.
Kedua dengan ekonomi yang pas - pasan seperti itu rasanya tidak wajar kalau punya anak sampai lima orang, bagaimana dengan makannya ?, pendidikannya ?, bisakah mereka memberi makan anak - anak mereka dengan layak ?, bisakah mereka menyekolahkan dengan layak ?, atau yang paling mendasar bisakah mereka mendidik dan memberi perhatian dan kasih sayang pada anak - anak mereka dengan layak ?. kalau merasa tidak bisa, ya jangan banyak anak dong ?. Saya pernah membaca dalam suatu hadits tentang seorang muslim pada jaman Rasulullah yang ingin menyedekahkan semua hartanya untuk dipakai dalam perjuangan dijalan Allah, namun ditolak oleh Rasulullah, dimana beliau mengatakan untuk jangan disedekahkan keseluruhannya, namun harus ditinggalkan sebagiannya untuk anak keturunannya, karena adalah tidak baik meninggalkan anak keturunan kita dalam keadaan miskin. Dan lebih tidak baik lagi bila kita tidak bisa memberi mereka makan, pendidikkan dan kasih sayang.
Saya jadi ingat pada saat Istri saya ikut Keluarga Berencana setelah kelahiran anak saya yang ke 2, banyak sahabat yang berbeda paham mengatakan agar saya tidak melakukannya, namun saya dan istri tetap ikut Keluarga Berencana, mengapa ?, ya karena secara nalar manusia yang ada pada saya, pada saat itu kami tidak sanggup untuk bisa memberikan yang terbaik bagi anak anak kami bila jumlahnya lebih dari 2.
Yang kami lakukan saat itu adalah kami berdo'a pada Allah yang Isinya " Ya Allah, ampunilah kami yang lemah ini, dimana kami merasa belum mampu untuk menghidupi anak lebih dari 2, untuk itu ijinkanlah kami untuk berikhtiar mengikuti Keluarga Berencana ini, namun bila engkau menginginkan kami mendapatkan anak lebih dari 2 maka kami akan ikhlas dan tidak ada sesuatupun apalagi hanya alat alat KB yang dapat menghalangi kehendakmu, ampunilaah kami ya Allah, yang maha berkehendak". Alhasil sampai saat ini kami hanya mempunyai 2 anak kandung, saat kami merasa berkecukupan dari segi waktu dan harta maka kami juga mengangkat anak angkat, Alhamdulillah.
Jadi menurut saya, adalah baik untuk merencanakan jumlah anak dengan ikhtiar Keluarga Berencana kalau merasa tidak mampu, baik dalam hal mendidik anak, memberikan kasih sayang dan memberikan nafkah yang layak. Bila ini dilakukan, kita harapkan tidak banyak lagi anak anak yang harus mencari nafkah sendiri untuk makannya, tidak banyak anak anak yang tidak sekolah dan menjadi anak jalanan.
Lain halnya bila anda merasa mampu untuk beranak banyak, mampu disini baik dari segi materi maupun dari segi waktu luang untuk memberikan kasih sayang, perhatian dan pendidikan. Kalau tidak, sama saja seolah olah anda meminta anak dari Allah namun saat diberikan, Anda menyia nyiakannya.
Pertanyaannya adalah apakah merencanakan jumlah anak ini tidak menyalahi takdir ?, kayaknya sih enggak enggak menyalahi takdir, karena KB hanyalah sebuah Ikhtiar, dan yang perlu dipahami adalah apapun juga tidak akan mampu membendung Takdir Allah.
Sombong sekali manusia bila merasa dengan alat alat kontrasepsi yang ada dalam KB itu bisa membendung takdir Allah untuk menghadirkan manusia di muka bumi ini bila Allah menghendakinya. KB tidak akan mampu membendung Takdir Allah karena sekali lagi KB hanyalah sebuah Ikhtiar, Ikhtiar untuk menciptakan Keluarga yang lebih baik, Wallahu a'lam . . . .
| < Prev | Next > |
|---|





