
Fenomena bunuh diri kembali marak terjadi akhir – akhir ini, dan modus yang sedang tren adalah menerjunkan diri dari gedung tinggi, alasan bunuh diripun bermacam – macam mulai dari putus cinta, ditinggal kekasih yang tidak bertanggung jawab, dicerai suami dan lain – lain, namun pada intinya adalah merasa kurang bahagia dengan apa yang dialami saat ini.
Sebenarnya orang yang bunuh diri itu punya energy yang besar, hanya sayangnya energynya itu digunakan secara tidak benar.
Lho, kok bisa dikatakan punya energy yang besar . . . ?
Iya, coba bayangkan, kan dibutuhkan keberanian yang besar untuk bisa melakukan aksi tersebut ?, bayangkan menerjunkan diri dari ketinggian . . .?!, nah seandainya saja energy itu digunakan untuk jadi tukang pembersih kaca untuk Gedung – gedung tinggi, kan hebat . . . ?, atau malah bisa jadi penerjun bebas tingkat Dunia.
Saya ingat dulu waktu mau naik wahana Halilintar atau Tornado di Dufan, beberapa lama saya berdiri didepan Wahana tersebut, melihat system konstruksinya apa aman atau tidak, terus menanyakan pada diri sendiri apakah Fisik dan jiwa saya mampu atau tidak ?, terus apa kira – kira dampak setelah menaiki Wahana tersebut . . . ?, apa untung ruginya bagi saya ?, setelah mempertimbangkan ini dan itu, lalu mengumpulkan energy yang banyak baru saya coba menaikinya.
Seandainya saja orang – orang yang mau bunuh diri itu mau sedikit berfikir seperti saat saya mau naik sebuah Wahana di Dufan, pasti mereka tidak jadi mau bunuh diri, coba simak, Untuk pertanyaan, apakah Fisik dan Jiwa saya mampu atau tidak ?, pasti jawabnya, wuih . . . ngeri sekali saat tubuh melayang – layang akan menyentuh bumi, lalu fisik akan terbentur dengan keras, akan merasakan tulang – tulang tangan. Kaki, dan tulang punggung patah berantakan, kepala pecah, dll
Lalu untuk pertanyaan dampak setelah bunuh diri . . .?, ini lebih ngeri lagi, karena menurut hukumnya, maka orang yang mati bunuh diri itu diakherat akan mempraktekkan tata cara bunuh dirinya tersebut secara terus menerus, setiap detik, setiap jam, setiap harinya, bayangkan sakitnya ? simak hadits berikut ini,
diriwayatkan dari Tsabit bin Al Dhahhak ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, "siapa pun yang secara sengaja bersumpah palsu bahwa agamanya bukanlah Islam, maka ia adalah sebagaimana yang ia katakan. dan siapapun yang membunuh dirinya sendiri dengan sepotong besi, di neraka ia akan diazab dengan benda yang sama".
diriwayatkan dari Jundab ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, "seorang lelaki terluka dan bunuh diri, maka Allah berkata, "Hamba-Ku mendahului-Ku dengan membunuh dirinya sendiri maka Aku haramkan surga untuknya".
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, "ia yang bunuh diri dengan mencekik dirinya sendiri, di neraka ia akan terus menerus mencekik dirinya sendiri dan ia yang bunuh diri dengan menikam dirinya sendiri, di neraka ia akan terus menerus menikam dirinya sendiri".
Saya ingat pada waktu saya kuliah dulu pada saat pulang kuliah saya bertemu dengan suatu kejadian bunuh diri seorang gadis di Rel kereta Api, karena saya lewat sesaat setelah kejadian, maka saya dan beberapa orang ikut mengurus badan yang terbelah dua dengan usus terburai itu.
Saya sempat melihat sesungguhnya gadis itu adalah seorang gadis yang cantik dan manis, sehingga saya dan teman penasaran sekali mengapa gadis secantik itu kok mau – maunya bunuh diri. Ternyata dari Informasi yang saya dapat si gadis bunuh diri karena sedang hamil muda dan pacarnya tidak mau bertanggung jawab.
Astagfirullah, begitu sempitnya pemikiran gadis itu, padahal seandainya sebelum bunuh diri, ia datang pada teman saya yang saat itu sedang Jomblo berat, pasti dia mau untuk mengawini gadis cantik tersebut, untuk menyelamatkannya dari bunuh diri, sekaligus dapat Istri, bonus ada anaknya . . .
Tapi itulah manusia, berfikir sempit seolah – olah tidak ada jalan keluar, padahal sesungguhnya jalan keluar dari setiap permasalahan itu InsyaAllah sangat banyak, karena Allah itu maha luas Kasih sayangNya. Tapi karena kurang mengenal Allah maka ya jadinya seperti itu.
Wallahu a’lam
Syaiful Alamsyah
| < Prev | Next > |
|---|





