Hepatitis ialah penyakit yang menyerang hati yaitu organ tubuh yang terdapat dalam rongga perut kanan bagian atas. Organ ini memiliki banyak fungsi beragam, seperti untuk fungsi metabolisme tubuh, sintetis, dan penetralan zat-zat kimia yang masuk ke dalam tubuh dari asupan makanan, minuman, atau obat-obatan yang kita konsumsi.
Penyakit hepatitis terjadi akibat peradangan organ hati (lever) yang disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain disebabkan oleh infeksi virus hepatitis yang masih menjadi penyebab utama. Ada juga pemicu lainnya seperti gangguan metabolisme dengan kadar lemak yang tinggi dalam darah, konsumsi alkohol, bisa dari efek samping dari konsumsi obat-obatan maupun kehadiran parasit dalam organ hati (lever) pun dapat menjadi penyebab hepatitis.
Di Indonesia, penyakit hepatitis yang disebabkan oleh virus ini banyak ragamnya. Dari virus hepatitis A,B,C,D,E yang umum diketahui masyarakat. Tetapi banyak kasus yang terjadi atau yang menyerang adalah hepatitis B biasa disebut penyakit kuning.
Penyakit ini penularannya melalui perantaraan darah penderita. Kondisi ini dapat ditularkan dengan cara tranfusi darah, penggunaan jarum suntik yang dipakai bergantian. Ada banyak kasus seorang Ibu menularkan pada bayi yang dikandungnya, virus ini tidak bisa dihilangkan karena dapat merusak dan menyatu pada DNA manusia. Yang dapat dilakukan ialah membantu mencegah tertularnya virus ini serta mengurangi penderitaan yang diakibatkan olehnya.
Setelah mengetahui penyebabnya hepatitis, maka kita perlu juga mengetahui gejala-gejala yang ditimbulkan. Pada awalnya tidak terlalu mengalami perubahan yang khusus, biasanya seperti penyakit lain; perut mual, ingin muntah, gampang capek, lemas, tidak nafsu makan, kepengen tidur saja bawaannya disertai dengan demam. Tetapi jika gejala nafsu makan yang buruk disertai nyeri uluhati, ini sudah kronis yang berkembang menjadi sirosis. untuk sirosis ini, dikarenakan infeksi akut menjadi peradangan sel hati yang luas dan menyebabkan banyak kematian sel.
Lalu gejala fisik yang terlihat misalnya warna air seni berubah gelap, feses (kotoran) berwarna putih, kuku serta kulit dan bagian putih mata berwarna kuning, perut bagian atas membesar dan berat badan ikut turun.
Jika kita mengalami gejala-gejala seperti diatas, segeralah pergi memeriksakan diri ke dokter agar bisa terdeteksi lebih dini. Dilanjutkan dengan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui jenis hepatitis yang di derita. Atau ditambah pemeriksaan USG yang berguna untuk menentukan letak kelainan serta parahnya tidaknya penyakit ini.
Pencegahan untuk penyakit hepatitis ini bisa dimulai dari pemberian imunisasi sejak anak-anak membantu mencegah terserang penyakit ini, disertai dengan upaya untuk hidup bersih dengan menjaga kebersihan fisik dan lingkungan hidup. Dan jangan lupa pola makan sehat disertai olahraga secara teratur untuk menunjang stamina .
dari Berbagai Sumber
| < Prev | Next > |
|---|














