Home ARTIKEL Cerita Terdampar di masa depan (bag.2)

Terdampar di masa depan (bag.2)

PDF

 

Bagi yang belum membaca Episode 1, silahkan klik link berikut EPISODE 1 : PINTU RAHASIA GUA KARANG BOLONG

EPISODE 2 : MESIN WAKTU

Keraguan berkecamuk dalam hati Randy apakah ia kembali saja ke mobilnya atau mencoba masuk kedalam pintu rahasia itu untuk mengetahui lebih lanjut apa yang sebenarnya terjadi.

“Ah . . . kepalang basah, kalau tidak kuikuti aku akan bertanya – tanya sepanjang hidupku” Randi bergumam sendiri untuk menguatkan keinginannya.

Ia lalu mengendap – endap menghampiri pintu rahasia dimana rombongan misterius tadi masuk kedalamnya. Randy meraba raba dinding Gua didepannnya, aneh . . . tidak ada tanda – tanda adanya pintu disini, tapi ia tadi dengan mata kepalanya sendiri ia melihat Rombongan itu masuk melalui dinding yang terbuka, yang diyakininya terletak didepannya sekarang ini.

“Bagaimana mereka bisa masuk . . .?” ia mengetuk – ngetuk dinding gua tersebut, sementara hawa dingin malam mulai terasa menusuk pori – pori kulitnya saat angit dari mulut gua berhembus masuk.

“Ahya . . . .” Ia teringat salah satu wanita yang dipanggil Clara tadi ada memasukkan tangannya ke dinding gua, ia lalu menyalakan layar Handphonenya untuk mencari – cari dinding lubang yang dimaksud.

“Ini dia . . .” akhirnya ia menemukan sebuah lubang yang tidak terlalu dalam, didalammya terdapat lubang – lubang kecil lagi, seperti posisi lubang – lubang kecil pada Bola Bowling.

“Lubang – lubang kecil ini pasti untuk memasukkan jari – jari” Perlahan ia memasukkkan tanagan kanannya kedalam lubang tersebut, tetapi posisi jari jemarinya tidak sesuai, ia lalu mencoba memasukkan tangan kirinya, dan ternyata bisa, ia merasakan ada getaran pada jari – jemarinya . . . , buru – buru ia menarik tangannya itu, selain karena kaget juga menunggu apa yang terjadi, namun setelah beberapa saat ternyata tidak terjadi apa – apa.

Ia mencoba mengingat – ingat lagi apa yang terjadi tadi, “Ohya . . .selain memasukkan tangannya, salah seorang wanita tadi menyebutkan sejumlah angka . . . .” Kembali ia memasukkan tangannya kedalam lubang tersebut kemudian ia menyebutkan sejumlah angka. . . . belum berhasil juga, sampai akhirnya . . . “25267924” . . . getaran yang ia rasakan pada telapak tangan dan jari jemarinya semakin kencang, disusul getaran pada tempatnya berdiri, perlahan tapi pasti lempengan dinding gua dihadapannya mulai bergeser membuka. Dibalik pintu tersebut ternyata terdapat lorong yang cukup panjang dan dipinggir lantainya terdapat lampu – lampu dengan cahaya Blur namun cukup terang.

Dengan hati berdebar Randy memberanikan dirinya untuk masuk kedalam lorong dibalik pintu rahasia tersebut, suasana didalam sini berbeda jauh dengan keadaan disebelah luar pintu rahasia tadi, lorong ini lebih mirip lorong – lorong yang ada dalam sebuah pesawat ruang angkasa yang besar, yang digambarkan dalam film – film science fiction. Lantai dan dindingnya begitu rapi dengan warna abu – abu muda, dibagian bawah dinding terdapat lampu – lampu yang memanjang sepanjang koridor itu.

Perlahan – lahan Randy menyusuri koridor tersebut, baru sekitar 3 langkah, pintu rahasia dibelakangnya menutup kembali, sejenak Randy tertegun karena kaget namun dengan menenangkan hatinya kembali ia menyusuri koridor tersebut lebih dalam lagi, diujung Koridor itu ia melihat sebuah ruangan dengan lampu – lampu yang bersinar terang sekali.

Aneh, koridor yang dilaluinya tadi sama sekali tidak ada pintu ke ruangan lain, satu – satunya hanya ruangan bundar diujung koridor ini, namun ruangan ini kosong melompong, kemanakah rombongan tadi ?.

Ruangan itu berbentuk bundar dengan diameter sekitar 30 meteran, dipenuhi dengan lampu – lampu yang menyilaukan mata, pada dinding – dindingnya terdapat panel – panel elektronik dengan indikator angka – angka digital, sedang panel lainnya menunjukkan grafik yang tidak dimengerti Randy. Ditengah ruangan itu ada sebuah meja Panel dengan tombol tombol digital dan sebuah layar kaca ukuran 100 x 50 cm, yang sepertinya panel Touch Screen yang merupakan pengendali utama peralatan – peralatan pada ruangan tersebut.

Randy melihat – lihat beragam tombol dan lampu lampu indikator yang ada di Panel Pengendali Utama itu, yang paling menarik perhatiannya adalah sebuah lingkaran merah berkedap kedip yang ada pada layar kaca itu. Entah mengapa ia tak dapat menahan keinginannya untuk merabanya, kan cuma meraba, katanya dalam hati. Ia lalu menyentuhnya . . . dan ternyata layar tersebut memang merupakan panel touch screen, karena tiba – tiba saja cahaya lampu pada ruangan tersebut menjadi lebih terang lagi, Randy terpaksa memejamkan matanya serta menutup kelopak matanya dengan tangan, tak kuat melihat sinar yang begitu terang. Sekelilingnya berputar dan ia seperti terlempar ke suatu tempat yang sangat dalam . . . dalam sekali . . .

Putaran itu perlahan – lahan melambat dan akhirnya berhenti, cahaya menyilaukan itupun perlahan – lahan berkurang intensitasnya dan kembali menjadi seterang semula, Randy membuka matanya dan melihat sekelilingnya, sepertinya ada yang berubah pada ruangan tersebut, tetapi Randy tidak tahu pasti apa perubahannya.

“Sebaiknya aku segera meninggalkan tempat ini” Randy bergumam, ia sendiri tidak tahu kemana perginya rombongan tadi, karena sepertinya dalam ruangan aneh itu tidak ada pintu lain selain lorong yang tadi dilewatinya, ia lagu segera bergegas menuju lorong itu. ‘Sebaiknya pada kesempatan pertama aku melaporkan hal ini kepada yang berwajib untuk diselidiki’

Randy menyusuri koridor yang ada menuju pintu rahasia, dan ternyata untuk keluar dari tempat ini tak sesulit untuk memasukinya, karena disebelah pintu rahasia itu terdapat Tombol berwarna hijau yang cukup mencolok, tinggal di tekan maka pintu rahasia itu terbuka. berbeda dengan bila ingin masuk, selain memasukkan tangan kedalam lobang rahasia, juga harus mengucapkan kata – kata rahasia terlebih dahulu.

Tak berapa lama kemudian Randy berhasil keluar dari Gua Karang Bolong yang penuh misteri itu, lega rasanya, sejenak ia menghela napas panjang, sejenak kemudian ia teringat akan mobilnya yang diparkir dipinggir jalan raya sebelum pertemuannya dengan Rombongan Aneh tadi. ‘Semoga tidak ada yang mengganggu mobilku’. Ia segera berlari menuju arah mobilnya tadi diparkir, namun sepertinya ada keanehan, sepertinya keadaan diluar Gua ini tidak seperti keadaan sebelum ia masuk gua.

Ia melihat cahaya merah di Cakrawala layaknya Fajar akan tiba, padahal seingat dia bukankah ia masuk kedalam Gua itu sekitar jam 22.00 – 23.00 malam, berapa lama kah ia didalam gua itu ? . Ia lalu melihat jam tangan yang dipakainya, ‘masih pukul 23.30, berarti aku hanya 30 menit saja didalam gua, Apa lagi ini, mengapa bisa begini . . .?’ Randy sedikit menyesalkan, mengapa ia iseng sekali mengikuti rombongan aneh tadi, sehingga ia mengalami hal – hal misterius seperti ini.

Randy lalu sedikit berlari menyusuri jalan tanah menuju jalan Raya tempat ia tadi memarkirkan mobilnya, Namun sudah 15 menit ia berjalan, Jalan Raya tersebut ternyata tidak ada . . .!!

Ia mulai kebingungan karena seingatnya, ia tadi berjalan kurang dari 2 menit saja dari jalan raya itu menuju Gua Karang Bolong, saat ia mengikuti Rombongan Misterius itu. Ia mencoba menyalakan Hpnya tetapi sama sekali tidak ada sinyal.

Randy benar – benar kebingungan ia tak habis pikir bagaimana mungkin ia bisa tersesat ?, padahal seingat dia jarak antara Jalan Raya dan Gua Karang Bolong itu begitu dekatnya hanya sekitar 500 meter, namun saat ini ia sudah berjalan sekitar 2 Kilometer sama sekali tidak ada tanda2 adanya Jalan Raya ?

‘Aku harus mengikuti jalan tanah ini karena ia pasti akan menuntunku ke Jalan Raya’ Randy terus menyemangati dirinya agar bisa segera keluar ke Jalan Raya, walaupun ia merasakan adanya kejanggalan – kejanggalan yang terjadi untuk sementara ia mencoba untuk tak terlalu memikirkan keanehan yang terjadi ini. Setelah 1 jam berjalan akhirnya ia bisa melihat sinar terang lampu jalanan dikejauhan, Randy mempercepat langkahnya untuk segera sampai di sumber Sinar tersebut.

Akhirnya Randy berhasil tiba di tepi Jalan Raya, namun ia melihat perbedaan dengan Jalan yang dilalui sebelumnya, Jalan itu begitu sepi, tak ada satupun kendaraan yang lewat, padahal lebar jalannya terasa 2x jalan yang dilaluinya sebelum bertemu Rombongan misterius itu. Ia mencoba mengingat ingat dimana ia memarkir mobilnya namun segalanya terasa berbeda. Lampu jalan yang biasanya bersinar putih kekuningan saat ini bersinar putih kebiruan, setelah ia amati dengan seksama modelnyapun berbeda, lampu itu berbentuk seperti Pipa melengkung yang berpendar kebiruan tanpa adanya rumah lampu. ‘Gila dimana ini ?, apa aku sudah gila setelah terkena sinar menyilaukan tadi ?’ Randy bergumam sendiri.

Kembali ia berjalan menyusuri jalan Raya itu, siapa tahu ia bisa menemukan mobilnya, namun mobil yang dicari tak kunjung ketemu, Untuk menghilangkan lelahnya ia duduk diatas batang pohon yang ada dipinggir jalan itu sambil kebingungan tak tau apa yang harus dilakukan, rasa haus dan lapar membuatnya menjadi sedikit panic dan khawatir, ia berharap segera ada kendaraan yang melintas agar ia bisa menumpang.

Sepuluh menit ia duduk disitu dilhatnya sebuah Kendaraan besar, sepertinya sebuah Truck datang dari kejauhan ‘Ah lumayan, mudah – mudahan aku bisa menumpang’ pikir Randy, masalah mobil biar Asuransi yang urus, Randy lalu berdiri ditepi jalan dan melambai – lambaikan tangannya agar Sopir Truck itu bisa melihatnya.

Semakin Truck itu mendekat semakin Randy menyadari bahwa Truck itu mempunyai model yang berbeda dengan model truck – truck yang ia kenal selama ini. Namun ia tak mau memperdulikannya rasa lapar dan haus  yang dirasakannya membuat ia sementara ini harus mengabaikan keanehan – demi keanehan yang terjadi.

Truck itu berhenti tepat didepan Randy, dan sang sopir serta penumpang disamping sopir bergegas turun, dan jantuk Randy berdegup kencang, bagaimana tidak ternyata mereka berdua adalah wanita, terlebih lagi mereka cantik – cantik dengan hidung yang mancung serta kulit yang putih kekuningan.

“Hei . . . kamu seorang laki – laki ?, sedang apa kamu disini ? “ salah satu dari mereka bertanya ramah, sambil tangannya menyentuh lengan Randy.

Randy berpikir dalam hati, ‘Aneh sekali kedua wanita ini, mengapa masih bertanya apakah aku seorang laki2, kan sudah jelas terlihat, jangan – jangan mereka ini masih komplotannya Clara dan komandannya tadi ?, tapi mereka terlihat baik dan ramah’. Ia lalu segera menjawab

“Benar, tentu saja saya seorang laki – laki, tadi saya meninggalkan mobil saya dijalan ini, namun ternyata hilang” Randy tak mau menceritakan perihal Pintu rahasia di Gua Karang Bolong itu, takut mereka masih komplotannya Clara.

Kedua wanita cantik itu saling pandang keheranan mendengar jawaban Randy, kemudian sang sopir bertanya heran “Kamu menyetir sendiri ?, siapa sebenarnya kamu ?” ia bertanya dengan mata yang sedikit terbelalak, namun entah mengapa menambah kecantikannya.

“Aku Randy, aku seorang Arsitek, seperti yang kukatakan tadi . . .” belum sempat Randy menyelesaikan ucapannya si sopir cantik itu memotongnya.

“Kamu seorang Arsitek . . .?, milik siapakah kamu ?” mimik mukanya makin menampakkan keheranannya

Randy berpikir aneh juga pertanyaan kedua wanita ini, mengapa mereka menanyakan ia milik siapa ?, atau mungkin maksud mereka aku bekerja dimana.

“Aku bekerja di Scala Property” ia berharap wanita – wanita itu tidak heran lagi, karena Scala Property merupakan salah satu Perusahaan Property yang sangat terkenal, namun dugaannya ternyata meleset kedua wanita itu makin terheran – heran.

“Tidak pernah dengar . . . itu “ mereka menyahut berbarengan, “apa kamu tidak ada yang punya ?” si sopir bertanya lagi, kali ini tangannya secara berani menyentuh dada Randy.

Randy berpikir berani betul kedua wanita ini menanyakan apakah ia tidak ada yang punya, berarti mereka menanyakan statusnya masih single atau sudah menikah, tentu saja Randy sedikit jengah menghadapi dua wanita cantik yang agresif seperti itu.

“ehm, aku belum menikah, aku masih single”

“Benar tidak ada yang punya . . .?”

“Benar . . .” Randy menjawab sejujurnya, namun ia tak menyangka si sopir itu lalu menubruknya memeluknya serta menciumnya !!?!, teman si sopir yang satunya lagi juga ikut – ikutan memeluknya dari belakang, dan denganganas menciumi tengkuk Randy. Sejenak Randy terhanyut dalam dekapan kedua wanita itu, terasa ada kehangatan dan kenikmatan baik dari depan maupun dari belakang.

“Eh apa – apaan kalian ini” meskipun senang dan tersanjung, Randy segera mencoba melepaskan diri. “Tolong lepaskan dulu. . . .” . mereka menuruti permintaan Randy

“Mengapa sayang . . .?, kau milik kami sekarang” si sopir tersenyum genit sambil mengelus pipi Randi dengan punggung jarinya.

“Jangan, aku harus segera kembali ke Jakarta, ada tugas yang harus segera kuselesaikan, tapi aku janji akan menelpon kalian, tolong antarkan aku ke stasiun bis terdekat, aku harus segera kembali ke Jakarta” Randy sedikit memohon.

“Maksudmu teluk Jakarta . . .?” teman si sopir berkata ?

“Bukan teluk Jakarta, tapi Jakarta, aku tinggal di Jakarta pusat” Randy menjelaskan.

“Jakarta Pusat . . .? memangnya kamu tinggal ditengah teluk . . .?” teman si sopir bertanya lagi, kali ini dengan mimik yang lebih heran lagi.

“Kalian ini aneh, aku tinggal di Jakarta Pusat, tepatnya di Cempaka Putih” Randy menjawab sedikit kesal.

Kedua wanita itu saling pandang, sang sopir kemudian memegang pundak Randy dan menatap matanya dengan tajam.

“Tampan, mulai sekarang kau harus ikut kami, kau adalah milik kami, karena kami yang menemukanmu, dan perlu kamu ketahui entah kamu ini berasal dari mana, bukankah Jakarta dan sekitarnya sudah tenggelam sekitar 200 tahun lalu, jadi kamu yang aneh merasa tinggal di Jakarta”

Tentu saja Randy mendengar kata demi kata dari sang sopir itu dengan perasaan heran campur tak percaya, namun belum sempat ia membantahnya sesuatu menempel dilehernya, rupanya teman sang sopir diam – diam menempelkan sebuah alat ke leher Randy, dan Randy merasakan sebuah sengatan yang menyakitkan, yang membuatnya pingsan tak sadarkan diri.

apa yang akan terjadi pada Randy selanjutnya ?, ikuti lanjutan cerita ini Eksklusif hanya untuk Scalamedia.net.


by. Alamsyah Mangandaralam
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
 
More articles :

» Pudarnya Pesona Cleopatra

Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalam kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal. “Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di pesantren Mangkuyudan Solo dulu,” kata ibu.“Kami...

» Burung dari Rumah Pelacuran

Seorang wanita pergi ke toko hewan dan melihat seekor betet besar yang indah. Terpampang harganya yang hanya Rp 50 ribu."Kok murah?" tanya wanita itu pada pemilik toko. Si pemilik menjawab,"Begini, pertama-tama saya harus ceritakan dulu bahwa betet...

» Kejadian Unik pada Perang Salib

Apakah anda tahu, kalau raja Richard dari Inggris tidak bisa berbahasa Inggris? Ataukah anda tahu kalau raja Richard dan sultan Saladin sering makan malam bersama dijeda pertempurannya? Seperti layaknya perang-perang yang lain, maka perang salib...

» Betina memilih rahang Harimau daripada mulut Buaya

Menurut sebuah kajian baru, betina dari paling sedikit satu spesies, selain spesies kita, kadang-kadang berupaya begitu besar bahkan sampai menempatkan dirinya dalam bahaya untuk menghindari pelecehan seksual oleh jantan.Kajian menemukan, ikan-ikan...

» Posisi Sex Ala Istana

Seks bukanlah rutintitas semata. Seks merupakan bagian dari seni yang membutuhkan penghayatan dan pemahaman. Kenikmatan seks akan diperoleh bila pasangan merasakan kepuasan. Untuk menghindari kejenuhan, setiap pasangan harus bisa pandai menciptakan...

Add comment

{jcomments on}


Security code
Refresh

Kunjungi juga Website dibawah ini
Banner

12_85a55d2cb282a36fa3b3cf165085171a.jpg

14_719b49854bb2c4da6d06168612ec3255.jpg

15_0f33cda31197e308704c2f6dad3c1c1f.jpg

16_0b43c11daa9b9fc4d76f9709f5f8e77d.jpg

17_3b711f21ff8174bbf07a06458b3e8558.gif

18_997b15eee9b3b7e4b108096cca53c535.jpg

19_30ef6e344de0c197e52eb817dcdf4cfe.jpg

20_d6d10fe367723680868feca223c88897.JPG
Sponsor :
PRIMA ARCHITECTURE
Kami membantu mewujudkan keinginan Anda akan rumah yang ideal. Mulai dari tahap disain arsitektur sampai pelaksanaan fisk bangunan.
MER-C
Kunjungi Website kami, salurkan sumbangan anda di tempat yang tepat
Links :
WISATA HATI
Mari ikutan berdakwah lewat web ini. Salurkan rizki Anda di DDW (Donasi Dakwah lewat Web)
AYO MAKMURKAN MASJID
Jangan biarkan Masjid masjid menangis, ayo kita ramaikan masjid, sekaligus untuk menolak bencana, ikuti komunitasnya di Facebook "Ayo makmurkan Masjid".

Facebook Share

Share on facebook

Donasi lewat PayPal

We have 59 guests online
Link Iklan:
BESELWEB.COM
Mau buat website ?, atau mau belajar membuat website ?, jangan ragu, disini tempatnya, segera kunjungi kami
RAMADHAN.MOBI
HP, Blackberry, iPhone dan iPad Jangan hanya dipakai SMS dan Chatting saja, isi waktu luang anda dengan membaca situs mobile RAMADHAN.MOBI. Semoga bermanfaat, Wassalam
GPSOKE.COM
Sedia CD Installasi Aplikasi GPS untuk HP yang Support GPS seperti Nokia E71, Samsung C6625, dll Hanya Rp 75.000,- saja sudah termasuk ongkos kirim untuk daerah Jawa Bali. keterangan lebih lanjut hubungi : info@gpsoke.com. catatan Aplikasi ini tidak membutuhkan pulsa dalam penggunaannya.

Beselstudio.com

JA slide show