Home ARTIKEL Cerita Gelang Berinisial H

Gelang Berinisial H

PDF
Tanggal 5 September 1992 malam, pasangan setengah baya Robert dan Sandra Wignall bergandengan mesra menuju Hutan Sayes, dekat rumah mereka di Addlestone, Surrey, pinggiran Kota London. Sebagai penderita asma kronis yang tak mampu memenuhi kebutuhan seksual istrinya, Robert berusaha menunjukkan perhatian lebih terhadap Sandra, dengan mengajaknya melakukan hal-hal romantis bersama-sama. Seperti malam itu, mereka bersama-sama memberi makan anak serigala di hutan.

Pikir Robert, Sandra pasti juga menikmati suasana romantis itu. Ia sama sekali tak tahu, segenap perhatian dan kebaikan itu terasa membosankan bagi sang istri. Yang dirindukan Sandra hanyalah dekapan lelaki sejati dan hubungan intim "normal" layaknya suami-istri, bukannya memberi makan anak serigala. Tapi apa boleh buat, malam itu Sandra rela pura-pura bergembira. Ia tetap setia menemani suami yang baru dinikahinya sembilan bulan silam.

Ketika "hasrat" itu datang, ia lantas menghampiri Robert dan melakukan pelayanan oral seks terhadap Bob - panggilan akrab Robert. Dibuai kenikmatan, kewaspadaan Bob berkurang. Ia sama sekali tak menyadari ketika tiba-tiba muncul dua orang dari balik semak-semak, yang tanpa alasan jelas tiba-tiba menyerangnya.

Tanpa belas kasihan, mereka menghantam kepala Bob. Bob yang sempat limbung masih mencoba memberikan perlawanan, menghasilkan pergumulan hebat. Tapi apalah daya Bob, pertarungan tak seimbang itu akhirnya terhenti setelah lelaki paruh baya itu menerima tiga tusukan, dua di antaranya di jantung. Malam itu juga, Bob Wignall tewas. Dalam pergumulan, salah seorang penyerang sempat kehilangan gelang emasnya.

Sandra Wignall kemudian menelepon polisi. Sambil menangis histeris, ia menceritakan peristiwa yang baru saja terjadi. Polisi yang tiba di lokasi tak lama kemudian berusaha menenangkan Sandra, sambil mengumpulkan informasi tentang para penyerang. "Jumlah mereka tiga orang." sebut Sandra, meski belakangan ia mengaku tak terlalu yakin jumlahnya segitu. Maklum, malam begitu gelap.

Siapa orang asing yang tega menghabisi nyawa Bob? Setelah mengumpulkan fakta seputar peristiwa pembunuhan dan latar belakang korban berikut istrinya, untuk sementara polisi menduga motifnya mungkin saja dilatarbelakangi rasa cemburu! Rasa cemburu mantan pacar Sandra misalnya.

Sayang untuk dilepaskan.
Sebuah asumsi yang masuk akal. Bukankah sebelum memutuskan menerima pinangan Bob (suami pertama Sandra meninggal pada 1985), Sandra masih punya pacar? Lebih "meyakinkan", pacarnya ternyata seorang mantan narapidana yang pernah melakukan pembunuhan pada 1971, dan telah menjalani hukuman penjara selama 11 tahun. Sebelum bertemu Bob, teman pria inilah tempat Sandra berbagi kegembiraan dan berbagi hati.

Kekasih berusia enam tahun lebih muda itu berprofesi sebagai sopir, tinggal di Ruislip, London Barat. Bertubuh pendek, gemuk, botak, dan berkacamata, Terence Bewley (42) - begitu namanya, sukses membuat Sandra termehek-mehek. Mereka sama-sama maniak seks yang senang bercinta di sembarang tempat. Sandra bahkan pernah diminta datang menemui Terence - biasa dipanggil Terry - tanpa mengenakan apa-apa kecuali mantel bulu.

Belum bertemu Terry, Sandra pernah memiliki beberapa orang kekasih. Namun entah mengapa, secara seksual ia sangat terobsesi pada Terry. Barangkali karena pria ini tahu benar apa yang diinginkan Sandra di ranjang. Masih berstatus pacaran dengan Terry , Sandra bertemu Robert Wignall, pelukis sekaligus dekorator pada tahun 1990. Bob sendiri saat itu berusia 55 tahun dan masih dalam suasan berduka atas kematian Rose, istrinya yang meninggal karena kanker setahun silam.

Bob yang hobi mengajak jalan-jalan anjingnya di hutan dekat rumahnya di Addlestone pada suatu hari bertemu Sandra Quartermaine, yang juga sedang melatih anjingnya ditempat yang sama. di usia 40-an, penampilan Sandra masih tampak menarik. Dari saling pandang, mereka kemudian saling sapa, kemudian mengobrol. Pertemuam-pertemuan berikutnya membuat cinta di antara mereka kian bersemi.

Saat itu, Sandra masih bekerja sebagai pelayan bar di Virginia Water. Kepada seorang rekan pelayan, Sandra pernah curhat soal birahinya pada Terry. Sandra bahkan tak sungkan-sungkan memperlihatkan foto-foto dirinya dalam keadaan setengah telanjang yang diambil Terry di mobil Rolls-Roycenya. Namun di kesempatan lain, Sandra juga menyinggung soal Bob Wignall yang ingin menikahinya. Saat si teman menggugat, "Kalau kamu menikah dengan Bob, bagaimana dengan Terry?' Sandra hanya menjawab enteng, "Aku tetap mencintainya, tetapi rasanya terlalu sayang untuk melepaskan (kesempatan menikahi) Bob."

Itu sebabnya, setelah hubungannya dengan Terry bermasalah, mungkin karena kecewa, Sandra menemui Bob dirumahnya. Di rumah Bob, mereka melakukan hubungan intim. Di situlah Sandra tahu, kegarangan Bob yang penderita asma tak sebanding dengan sepak terjang Terry diatas ranjang. Namun Sandra telah merancang siasat agar Bob jatuh ke dalam pelukannya. Alasannya sederhana, Bob punya uang dan bisa memberikan jaminan masa depan.

Pada Agustus 1991, setahun lebih sedikit setelah pertemuan pertama mereka, Robert Wignall akhirnya pindah ke rumah Sandra di Rowhurst Avenue, Addlestone. Meski sudah dikaruniai tiga anak dan lima cucu dari istri pertamanya, rasa kesepian Bob rupanya tetap tak berpenawar. Persis pada malam Natal 1991, ia resmi menikahi Sandar.

Sayangnya, hanya sembilan hari setelah pernikahan itu, Terry Bewley tiba-tiba nongol lagi dalam kehidupan Sandra. Cinta (terlarang) mereka bersemi kembali. Seorang teman Sandra sempat menasehatinya agar menghormati Bob sebagai suami, dan berhenti menemui Terry. Tapi lagi-lagi dengan enteng Sandra menukas, "Aku tidak bisa. Betul-betul tidak bisa." Sandra telah diperbudak birahi tidak pernah bisa jauh dari Terry.

Muncul di televisi.
Anehnya, reka peristiwa pembunuhan Bob yang dijabarkan Sandra kepada polisi maupun awam berbeda dengan versi aslinya. Kepada polisi, Sandra menuturkan, ia dan suaminya sedang memberi makan anak serigala di hutan. Ketika tiba-tiba datang tiga orang pemuda, menanyakan apakah keduanya melihat seekor anjing boxer yang tersesat. Namun, tanpa alasan jelas, para pemuda itu tiba-tiba berbalik dan menyerang Bob. Salah seorang di antaranya memegang pisau.

Masih menurut Sandra, Bob berteriak padanya agar lari dan bersembunyi. Sandra yang ketakutan menuruti. Ditempat persembunyian itulah ia mendengar terikan Bob. Saat mencoba kembali ke lokasi suaminya, ia berpapasan dengan tiga pemuda (dia tidak yakin, apakah sama dengan tiga pemuda yang menyerang suaminya). Sandra bertanya apakah mereka membunuh suaminya, yang dijawab tegas, "Tidak!" Tiga pemuda itu, kata Sandra, yang kemudian membantunya mengurus mayat Bob.

Hari demi hari berlalu, misteri terbunuhnya Bob belum jua menemui titik terang. Di bulan yang sama, Sandra muncul di acara "Crime Monthly" di sebuah stasiun televisi. Disaksikan ribuan pemirsa, kasus terbunuhnya Bob diceritakan ulang oleh sang janda. Dengan nada memelas, Sandra yang diwawancarai mewakili korban, memohon para saksi mata yang sempat melihat pembunuhan suaminya muncul, agar pembunuh brutal itu dapat segera ditangkap.

Beberapa lama, cerita versi Sandra itu menjadi "cerita resmi" kasus terbunuhnya Bob. Cerita itu pula yang dipercaya para detektif, meski para penyidik mencatat beberapa ketidakkonsistenan didalamnya. Misalnya, mengapa korban ditemukan dengan ritsletting celana terbuka? Atau, mengapa para pembunuh misterius itu tidak sekalian menyerang Sandra? Para pembunuh itu bahkan sama sekali tak merampoknya. Agak aneh bin ajaib.

Hingga detik ini, polisi masih berpegang teguh pada asumsi : para pembunuh adalah pria-pria dari masa lalu Sandra yang termotivasi rasa cemburu. Keyakinan itu makin menguat ketika mereka mulai menggali latar belakang mantan kekasih Sandra, dan ketika mereka menemukan nama Terence Bewley di dalamnya, mereka tahu ada di jalur yang benar.

Adalah fakta, Terry mantan pembunuh. Terry juga sudah bercerai dan terjerat utang dalam jumlah besar. Ia sudah menganggur selama tujuh bulan, dan memiliki tunggakan gadaian sebesar 15.000 poundsterling. Jumlah total utangnya hampir mencapai 90.000 poundsterling. Berdasarkan informasi yang diterima polisi, untuk meringankan beban kekasihnya itu, Sandra Wignall konon pernah meminkaminya 4.000 poundsterling. Lebih gila lagi, Sandra bahkan pernah mempertimbangkan menjual rumahnya agar Terry selamat dari masalah finansial.

Polisi makin curiga, karena masih basah kuburan Bob, persisnya dua hari setelah pembunuhan terjadi, Sandra Wignall sudah menghubungi pihak asuransi suaminya. Ia minta pembayaran hak atas kematian Bob sebesar 21.000 poundsterling disegerakan.

Fakta lain, tiga orang pemuda yang diklaim Sandra Wignall ditemuinya di hutan ternyata memang benar-benar ada. Tapi ketiganya punya keterangan meyakinkan atas ketidakterlibatan mereka. Yang menarik, mereka punya informasi tambahan: saat itu mereka melihat keberadaan dua orang pria lain, yang tingkahnya mencurigakan disekitar lokasi pembunuhan. Ketika dipergoki, keduanya langsung menghilang.

Petunjuk lain ditemukan di pakaian Bob Wignall. Didalam pakaian korban ditemukan gelang emas berinisial "H". Ketika kasus ini ditayangkan di acara "Crime Monthly", dengan rekonstruksi kejadian disajikan secara lengkap, para pemirsa diminta untuk menelepon jika mempunyai informasi terkait. Nah, dari sinilah fakta-fakta baru yang mengejutkan bermunculan.

Pisau dapur hilang.
Info paling penting datang dari seorang penelepon misterius - sebut saja Mr. X - yang menegaskan, polisi hanya perlu mencari dua orang penyerang, bukan tiga seperti dibilang Sandra. Mr. X juga mengisyaratkan keterlibatan Ny. Wignall dalam pembunuhan suaminya. Inspektur Pat Crossan yang menangani kasus pembunuhan ini kemudian menindaklanjuti keterangan Mr. X, yang ternyata kenal baik dengan Terry.

Pat Crossan, dengan rasa ingin tahu yang sangat besar, terus menggali informasi dari Mr. X yang tinggal di Ruislip itu. Terungkap, pada tanggal 4 September Mr. X merayakan pesta ulang tahunnya yang ke 21. Diantara para tamu yang hadir tampak seorang pria asing, konon teman Terry saat di penjara dulu. Orang itu bertato dan bicaranya kasar. Malam itu Mr. X sempat mendengar omongan si lelaki bertato yang hendak mencelakai Bob Wignall. Sebilah pisau bahkan hilang dari dapur.

"Masih ingat namanya?" tanya Crossan.
""Seperti Harry, apa ya?" Mr. X agak lupa.
Harry? Bukankah inisial yang ada di gelang emas itu "H"?
Ada hubungannyakah? Pat bertanya dalam hati. Pat bertindak cepat dengan mengamati lebih teliti teman-teman Terry, sampai akhirnya ia menemukan satu nama yang cocok: Harry Moult (42 tahun) asal Ladiwood, Birmingham.

Sementara itu, Sandra Wignall yang ditanyai sekali lagi perihal pembunuhan suaminya terus membuat bingung para detekyif. Sangat sulit untuk mendapatkan fakta yang bisa dipercaya, karena cerita Sandra kerap berubah-ubah dan kadang saling bertentangan. Misalnya ia mengaku kehilangan kontak dengan Terry dan tidak pernah bertemu dengannya lagi sejak Maret 1991. Padahal penelusuran terhadap nomor telepon keduanya menunjukkan, banyak bukti komunikasi tercatat di bulan sebelum kematian Wignall.

Beruntung, Pat Crossan bukanlah polisi bau kencur. Aksi cuci tangan Sandra di televisi tak membuat lelaki lulusan FBI Academy yang sudah menghabiskan waktu lebih dari 20 tahun di Kepolisian Surrey itu silau. Pat menduga, sepanjang hidupnya, Sandra Wignall telah memanfaatkan banyak pria untuk mengisi kebutuhan seksnya. Hal itu yang membuat jalan hidupnya rumit.

Pat mencium kemungkinan Sandra berbohong dan mamanfaatkan acara teve untuk cuci tangan, mengesankan dirinya tidak bersalah. Pat juga percaya, Sandralah otak di balik semua ini. Ia telah merencanakan semuanya. Motifnya mudah ditebak, ia melakukan semua itu demi uang asuransi jiwa, dan demi pacar gelapnya yang tengah terjerat utang.

Puzzle pembunuhan Bob masih harus dilengkapi dengan bukti-bukti yang menguatkan. Namun Pat yakin, Sandralah sebenarnya si pembunuh berdarah dingin, yang penuh perhitungan dan tanpa belas kasihan itu.

Sekadar iseng-iseng.
Untuk kesekian kali, Sandra dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi. Kali ini sebagai calon tersangka. Kedatangannya tidak sendiri. Terry dan Harry pun ikut diciduk. Untuk sesaat, ketiganya mencoba tutup mulut, menolak untuk menjawab pertanyaan apa pun. Sampai suatu ketika, mungkin lantaran tak tahan menahan tekanan, Harry minta waktu bertemu dengan detektif Pat Crossan.

"Aku ingin melepaskan sesuatu dari dadaku. Anda tahu catatan kejahatanku, aku seorang pencuri, bukan seorang yang kejam" suara Moult tertatih-tatih.

Harry mengaku, ia memang direkrut oleh Terry untuk ikut ambil bagian dalam aksi penyerangan terhadap Bob. Namun ia mendapat bagian pekerjaan paling "mudah", yakni hanya menakut-nakuti Bob Wignall. Segalanya sudah dirancang oleh Terry dan Sandra. Sandra Wignall misalnya, bertugas memastikan korban jalan-jalan ke hutan malam itu. Sandra juga yang menyorotkan lampu senter sebagai isyarat buat Terry dan Harry maju menyerang.

Sialnya, saat diserang Bob malah menyerang balik, bahkan Bob sempat menggigit Terry. Harry mengaku, dalam keadaan panik, mungkin ia telah menikam Bob Wignall. Tapi ia menegaskan lagi: mungkin. Setelah peristiwa itu, Harry kembali ke Birmingham. Untuk menghilangkan jejak, ia membakar pakaiannya dan membuang pisau yang digunakan untuk menusuk Bob ke kanal di dekat situ. Harry tetap bersikeras, mereka hanya berniat menakut-nakuti Wignall, dan tidak pernah merencanakan pembunuhan. Harry mengucap itu sambil menangis.

Pat segera menelepon polisi di West Midlands. Mereka dimintai tolong menjaring benda-benda yang tercebur di kanal dekat TKP. Hasilnya, diperoleh dua peti besi, belasan troli pasar swalayan, dan pisau yang digunakan untuk membunuh Bob. Bukti-bukti baru itu membuat cerita sebenarnya di balik terbunuhnya Bob sedikit terkuak. Polisi pun mulai waspada ketika tahu Sandra berusaha menangguk untung lebih dari 21.000 poundsterling dari asuransi jiwa suaminya. Ketika rumah Bob dijual, ia juga mewarisi sampai 100.000 poundsterling.

Sedangkan Terry akhirnya buka kartu, ia sebenarnya tidak pernah mencintai Sandra, yang digambarkannya sebagai mantan "cewek peliharaannya". Ia juga tidak bermaksud menjalin hubungan permanen dengan Sandra. Versi Terry, hubungan asmara mereka yang "putus sambung" itu levelnya tak lebih dari sekedar iseng-iseng.

Di antara ketiga tersangka, Harry Moult-lah yang paling banyak bicara. Ia menggambarkan pembunuhan itu secara detail. Mulai saat Terry mengantarkannya ke hutan, sampai ketika mereka bersama-sama menghabisi Bob Wignall. "Terry mengatakan sesuatu pada Bob, dan hal berikutnya yang saya ketahui hanyalah mereka berkelahi. Saya ikut bergabung. Saya juga ikut memukuli Bob. Terry pun memukulinya. Saya kira saya memukul kepalanya dengan sepotong kayu," lanjut Moult.

"Mereka baku hantam di tanah. Lalu saya melihat sebilah pisau, tapi saya tidak yakin saya mengambil pisau itu. Bob menghampiri saya. Mungkin saya telah menusuknya. Tetapi saya tidak yakin. Saya mendengar ia mengatakan, 'Jangan tusuk saya', waktu rasanya berjalan sangat lama, walaupun sebenarnya cuma beberapa detik."

Seks adalah segalanya.
Akhirnya, Sandra, Terry dan Harry diajukan ke meja hijau. Pengadilan terhadap ketiga tertuduh digelar di Court Six di Old Bailey, pada 26 Oktober 1993. Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Timothy Langdale QC bilang, kasus ini melambangkan nafsu dan ketamakan. Korbannya adalah Robert Wignall, seorang pria yang di lingkungannya dikenal sebagai orang jujur, sederhana, sopan, baik hati, dan memiliki sense of humor.

Sandra Wignall berusaha memberi kesan pada semua orang bahwa perkawinannya bahagia. Namun kepada seorang teman, Sandra mengeluhkan kegundahannya sang suami ternyata kurang ngejoss dalam soal seks, lantaran penyakit asma kronisnya. "Cerita Sandra bahwa suaminya dibunuh oleh tiga orang pemuda jelas fiktif belaka. Sandra Wignall telah menjebak suaminya, dan dengan sengaja membuat Bob tidak waspada dengan melakukan oral seks," sambung Timothy.

Jaksa menggambarkan kematian Bob Wignall sebagai sebuah tragedi, karena Bob tidak pernah tahu hati Sandra Wignall yang sebenarnya. Ia tidak tahu Sandra hidup dalam kepura-puraan. Juga tidak tahu bahwa istrinya begitu terobsesi pada seks dan Terry. "Walaupun ada indikasi di akhir hidupnya Bob mulai mencium sesuatu yang mencurigakan," tegas Timothy.

Hidup Bob kian terjepit, karena Sandra adalah perempuan yang menganggap seks sebagai segala-galanya. "Ia memiliki lima orang kekasih sebelum bertemu dengan Terry, walaupun akhirnya hanya ada satu pria yang mampu memuaskan Sandra, Terence "Terry" Bewley." Terry benar-benar mengontrol kehidupan seksual Sandra, bahkan atas perintah Terry, Sandra rela berhubungan seksual dengan pria-pria lain di depan mata kekasihnya itu.

Digambarkan, sembilan hari setelah pernikahannya dengan Bob Wignall, Terry muncul kembali dalam kehidupan Sandra. Hubungan asmara mereka berlanjut saat itu juga. Sandra menganggap pernikahannya dengan Bob merupakan sebuah kesalahan. Ia merasa perkawinan itu membuatnya terjerumus ke dalam kesedihan dan kesengsaraan. Hal itu dijadikannya pembenaran dalam menjalani perselingkuhan.

Ajakan selingkuh Sandra tentu saja disambut baik Terry. Lelaki yang sebelumnya menolak memberi tahu dimana tempat tinggalnya itu, kini mengizinkan Sandra datang ke rumahnya di Ruislip. Kadang-kadang Sandra menyelinap kesana hanya untuk menikmati saatsaat gila bersama Terry. Memadu cinta di garasi atau dibagian belakang mobil, setelah Sandra mengantarkan suaminyake kantor. Terry dan Sandra terus melakukan pertemuan secara rahasia, sekurang-kurangnya dua kali seminggu. 

Menutup dakwaannya, Timothy menguraikan, "Sandra Wignall berulang-ulang mengubah ceritanya di hadapan polisi, tetapi akhirnya mengaku telah merancang pembunuhan terhadap suaminya dalam percakapan dengan dua orang saudaranya, setelah ia dinyatakan sebagai terdakwa!".

Gila sensasi.
Duduk di mimbar pengadilan dengan mengenakan gaun merah. dengan rambut pirang menyapu bagian belakang tubuhnya, Sandra Wignall tampak tegar dan siap menghadapi segala kemungkinan. Ia membaca catatan yang dibuatnya sekali-kali dan melempar guyonan kepada petugas penjara yang duduk di sebelahnya.

Pasangan selingkuhnya, Terry, duduk beberapa meter dari Sandra. Namun selama proses pengadilan pasangan ini tidak pernah mau saling melihat satu sama lain. Hanya kepada Harry, Terry, Terry sesekali terlihat bertukar cakap.

Satu demi satu saksi menyampaikan kesaksiannya. Tiga pemuda yang saat itu kebetulan berada ditempat kejadian perkara, Hutan Sayes, kembali menekankan keberadaan dua orang lelaki di tempat Bob roboh. Sedangkan salah seorang tetangga Sandra menyampaikan hasil "ngobrasnya" dengan janda Bob itu, yang makin menguatkan julukan "gila seks" buat Terry dan Sandra. Misalnya cerita Sandra tentang sensasi yang mereka temukan saat berhubungan intim garasi dan dan dibagian belakang Rolls-Royce, atau sekadar memamerkan foto-foto setengah telanjang Sandra yang diambil oleh Terry. Kepada si tetangga, Sandra bahkan pernah  menceritakan, sebuah bahkan pernah menceritakan sebuah "pengalaman menarik", saat ia diundang Terry dan seorang teman Sandra pikir mereka akan pergi untuk minum-minum, "jelas saksi. Tetapi ternyata Sandra diajak kerumah pria yang kemudian diketahui bernama Bill itu di Fulham. Mereka minum-minum, sampai akhirnya Bill menanggalkan blus yang dikenakan Sandra dan mengajaknya berhubungan seksual, didepan mata Terry.

Tak lama kemudian, saat Terry pergi ke luar negeri, Bill mengundang Sandra mengulang kembali adegan yang sama. Mereka kembali berhubungan intim, tanpa disaksikan Terry. Entah mengapa, kali ini Terry marah-marah. Sebagai "hukumannya", Terry menyambangi Sandra, menutup matanya dan mengikatnya ke ranjang, kemudian membawa masuk seorang pria untuk bercinta dengan Terry. Pria itu sama sekali tak dikenal Sandra. Kejadian seperti itu terulang sampai dua kali, dengan pria berbeda.

Juri menyatakan ketiga terdakwa bersalah. Hakim Neil Denison menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada mereka tanpa komentar apapun. Biasanya di akhir persidangan seorang hakim akan melontarkan sedikit Komersial perihal terpidana yang baru saja divonis. Tapi dalam kasus ini sang hakim mungkin menganggap sang hakim mungkin menganggap tak ada gunanya berkomentar.

Baik Sandra Wignall maupun Terry Bewley tak tampak menunjukkan rasa penyesal, hal tak tampak rasa penyesalan. Hasil tes psikologi menunjukkan, nimfomania (dorongan seksual yang kuat) pada Sandra bisa saja menunjukkan ketidak-bahagian yang dipicu oleh rasa tidak aman, yang membuatnya merasa membutuhkan seks seperti minum obat. seperti pencarian tanpa akhir untuk sesuatu yang tak pernah ada: cinta sejati.

Sebelum bertemu Bob, Sandra telah menikah dua kali, tetapi seorang priatak pernah cukup baginya. Menurut seorang teman, Sandra Wignall berusaha mencari pria-pria muda ketika Bob pergi dan mengajak mereka ke rumah untuk memadu cinta.
(Kisah nyata, diambil dari The Foxes in the Wood Murder, Brian Marriner/Ypt.Intisari edisi Februari).
 

Add comment

{jcomments on}


Security code
Refresh

Kunjungi juga Website dibawah ini
Banner

12_85a55d2cb282a36fa3b3cf165085171a.jpg

14_719b49854bb2c4da6d06168612ec3255.jpg

15_0f33cda31197e308704c2f6dad3c1c1f.jpg

16_0b43c11daa9b9fc4d76f9709f5f8e77d.jpg

17_3b711f21ff8174bbf07a06458b3e8558.gif

18_997b15eee9b3b7e4b108096cca53c535.jpg

19_30ef6e344de0c197e52eb817dcdf4cfe.jpg

20_d6d10fe367723680868feca223c88897.JPG
Sponsor :
PRIMA ARCHITECTURE
Kami membantu mewujudkan keinginan Anda akan rumah yang ideal. Mulai dari tahap disain arsitektur sampai pelaksanaan fisk bangunan.
MER-C
Kunjungi Website kami, salurkan sumbangan anda di tempat yang tepat
Links :
WISATA HATI
Mari ikutan berdakwah lewat web ini. Salurkan rizki Anda di DDW (Donasi Dakwah lewat Web)
AYO MAKMURKAN MASJID
Jangan biarkan Masjid masjid menangis, ayo kita ramaikan masjid, sekaligus untuk menolak bencana, ikuti komunitasnya di Facebook "Ayo makmurkan Masjid".

Facebook Share

Share on facebook

Donasi lewat PayPal

We have 60 guests online
Link Iklan:
BESELWEB.COM
Mau buat website ?, atau mau belajar membuat website ?, jangan ragu, disini tempatnya, segera kunjungi kami
RAMADHAN.MOBI
HP, Blackberry, iPhone dan iPad Jangan hanya dipakai SMS dan Chatting saja, isi waktu luang anda dengan membaca situs mobile RAMADHAN.MOBI. Semoga bermanfaat, Wassalam
GPSOKE.COM
Sedia CD Installasi Aplikasi GPS untuk HP yang Support GPS seperti Nokia E71, Samsung C6625, dll Hanya Rp 75.000,- saja sudah termasuk ongkos kirim untuk daerah Jawa Bali. keterangan lebih lanjut hubungi : info@gpsoke.com. catatan Aplikasi ini tidak membutuhkan pulsa dalam penggunaannya.

Beselstudio.com

JA slide show